Mengenal Hernia Diafragma Kongenital pada Bayi Baru Lahir

21 November 2022 11:33
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Ada beberapa masalah kesehatan yang bisa terjadi pada bayi baru lahir. Salah satunya adalah hernia diafragma kongenital. Sebelumnya Anda perlu paham bahwa diafragma adalah otot datar dan lebar yang berperan penting pada sistem pernapasan.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Mom Junction, kondisi ini akan terjadi apabila diafragma dan saluran pencernaan bayi tidak tertutup sempurna saat di dalam kandungan. Jika terdapat lubang atau celah pada diafragma, organ perut bisa mengalami herniasi atau menonjol ke rongga dada sehingga mempengaruhi pertumbuhan paru-paru si kecil.

Penyebab Hernia Diafragma Kongenital pada Bayi Baru Lahir

ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Anucha Cheechang/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Anucha Cheechang/Shutterstock
Kendati demikian, penyebab gangguan pernapasan ini tidak diketahui. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik termasuk salah satu penyebabnya, juga termasuk kelainan jantung bawaan.
Hernia diafragma kongenital bisa diketahui melalui pemeriksaan USG. Sebab beberapa organ perut, seperti lambung, hati, dan usus dapat terlihat di rongga dada.

Gejala Hernia Diafragma Kongenital pada Bayi Baru Lahir

Ilustrasi bayi dengan hernia diafragma kongenital. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi dengan hernia diafragma kongenital. Foto: Shutterstock
Sebagian besar bayi dengan hernia diafragma kongenital ini lahir dengan pembuluh darah di dada dan jaringan paru-paru yang tidak berkembang sempurna. Akibatnya, hal tersebut membuat otot diafragma tidak berfungsi dengan baik.
ADVERTISEMENT
Selain itu, si kecil juga akan mengalami beberapa gejala lain, seperti:
  • Napas cepat atau ngos-ngosan
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung meningkat
  • Bentuk dada tidak normal, seperti satu sisi mungkin terlihat lebih lebar
  • Perut tampak seperti cekung
Jadi, tak heran bila bayi lahir dengan hernia diafragma kongenital memerlukan resusitasi agresif karena memiliki paru-paru yang kurang berkembang. Hal itu mengakibatkan bayi kesulitan bernapas beberapa menit setelah lahir.

Komplikasi Hernia Diafragma Kongenital pada Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir pakai selang makanan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bayi baru lahir pakai selang makanan. Foto: Shutterstock
Jika hernia diafragma kongenital tidak segera diatasi, bayi berisiko mengalami komplikasi lainnya. Beberapa di antaranya adalah:
  • Gagal tumbuh atau keterlambatan perkembangan
  • Kemampuan mengunyah sulit berkembang sehingga membutuhkan makanan melalui selang
  • Penyakit paru-paru kronis
  • Hipertensi paru
  • Infeksi paru berulang
  • Gastroesophageal reflux
  • Gangguan pendengaran
  • Kelainan bentuk dinding dada, seperti skoliosis dan pektus
ADVERTISEMENT
Bayi yang lahir dengan hernia diafragma kongenital memerlukan perawatan intensif khusus. Sebab mereka perlu menggunakan tabung pernapasan dan ventilator untuk membantu sistem pernapasannya. Jika diperlukan, kemungkinan dokter akan melakukan pembedahan berdasarkan tingkat keparahan dan status kesehatan bayi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020