Kumparan Logo

Mengenal Hipoglikemia Neonatus, Rendahnya Kadar Gula Darah pada Bayi Baru Lahir

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
bayi baru lahir Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
bayi baru lahir Foto: Shutterstock

Ada beberapa kondisi yang bisa terjadi pada bayi baru lahir, salah satunya memiliki kadar gula darah di bawah nilai normal atau disebut hipoglikemia neonatus. Sebenarnya kondisi ini normal terjadi dan bersifat sementara. Namun bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat berbahaya untuk bayi.

Ya Moms, hipoglikemia biasanya terjadi selama 2-3 jam atau lebih. Jika kadar gula darah atau glukosa tidak kunjung meningkat setelah 48 jam kelahiran, maka hal ini dapat menandakan adanya kondisi yang mendasarinya. Lalu, faktor apa saja yang dapat yang dapat menyebabkan hipoglikemia pada bayi baru lahir?

Faktor Risiko Hipoglikemia Neonatus pada Bayi Baru Lahir

Ilustrasi bayi baru lahir Foto: Shutterstock

Dikutip dari Medical News Today, berikut beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan hipoglikemia pada bayi baru lahir.

1. Ukuran bayi

Bayi yang lahir terlalu besar cenderung membutuhkan metabolisme dan gula darah yang lebih tinggi. Tentunya hal ini dapat meningkatkan kemungkinan hipoglikemia karena tidak mendapatkan gula darah yang cukup.

Di samping itu, bayi yang lahir dengan berat badan kecil memiliki lebih sedikit simpanan lemak dan glikogen. Hal ini menunjukkan bahwa bayi kurang mampu menghasilkan glukosa dan lebih cenderung menjadi hipoglikemik, terutama bila ada masalah lain, seperti pemberian ASI yang tertunda.

2. Bayi yang lahir dari ibu dengan diabetes

Ibu hamil dengan diabetes cenderung mengalami peningkatan kadar gula darah. Tingginya gula darah ini dapat mengalir ke peredaran darah bayi, sehingga memicu produksi insulin di dalam tubuh bayi. Namun saat bayi lahir, asupan glukosa dari plasenta akan turun, sementara kadar insulin di dalam tubuh bayi masih tinggi. Akibatnya, kondisi ini dapat menyebabkan hipoglikemia pada bayi.

ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Anucha Cheechang/Shutterstock

3. Kelahiran prematur

Sama seperti bayi yang berukuran kecil, bayi prematur pun mungkin tidak memiliki kadar glukosa yang cukup. Ya Moms, hipoglikemia sering terjadi pada bayi prematur yang lahir di usia kehamilan antara 34-36 minggu.

4. Komplikasi saat melahirkan

Beberapa komplikasi kelahiran, seperti gawat janin, eklampsia, ataupun hipotermia, dapat meningkatkan risiko hipoglikemia pada bayi. Hal ini terjadi karena si kecil memiliki kebutuhan energi yang lebih besar dibandingkan bayi normal lainnya.

Gejala Hipoglikemia pada Bayi Baru Lahir

Moms, tidak semua bayi dengan hipoglikemia mengalami gejala tertentu, terutama pada tahap awal. Oleh sebab itu, banyak rumah sakit atau klinik bersalin melakukan uji glukosa saat bayi lahir secara berkala.

Mengutip Very Well Health, kadar gula darah 24 jam pertama kehidupan bayi baru lahir hanya sekitar 30 miligram per desiliter (mg/dL), sementara bila kurang dari 45 mg/dL maka dapat dikatakan mengalami hipoglikemia.

Alat cek gula darah. Foto: Shutterstock

Gejala hipoglikemia pada bayi baru lahir bisa bervariasi, misalnya:

  • Warna kulit kebiruan atau pucat

  • Gangguan pernapasan, seperti apnea (pernapasan berhenti) dan pernapasan jadi lebih cepat

  • Hipotermia atau suhu tubuh rendah

  • Muntah setelah menyusu

  • Lemas dan kurang bergerak

  • Gemetar sampai kejang

Jika kadar glukosa terus menurun lebih dari tiga hari, biasanya gejala yang timbul akan lebih kompleks. Untuk mengatasinya, dokter akan menyarankan memberikan ASI, susu formula, atau larutan gula untuk menaikkan kadar gula darah bayi.

Oleh karena itu, para ibu disarankan agar segera memberikan ASI pada bayi untuk mengurangi risiko hipoglikemia. Sebab rendahnya kadar glukosa di dalam tubuh dapat mempengaruhi perkembangan jantung dan otak bayi.

kumparan post embed