Mengenal Hipokalsemia, Kondisi Kekurangan Kalsium pada Bayi Baru Lahir
ยทwaktu baca 2 menit

Bayi membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembangnya agar lebih optimal. Salah satu nutrisi yang penting untuk si kecil adalah kalsium. Bahkan, bayi sudah membutuhkannya sejak di dalam kandungan untuk mendukung pertumbuhan tulangnya.
Sayangnya, tidak sedikit juga bayi yang justru masih mengalami kekurangan kalsium sehingga tumbuh kembangnya terganggu. Kondisi kekurangan kalsium pada bayi disebut dengan hipokalsemia, seperti dikutip dari Mom Junction.
Hipokalsemia ditandai dengan kadar kalsium yang lebih rendah dalam sirkulasi darah bayi. Kondisi ini bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu hipokalsemia dini dan hipokalsemia lanjut.
Hipokalsemia dini terjadi dalam 2-3 hari pertama kehidupan bayi dan kemungkinan besar bisa disembuhkan, bahkan membaik dengan sendirinya tanpa intervensi medis. Sementara, tingkat lanjut biasanya terjadi pada minggu pertama atau beberapa minggu setelah kelahiran bayi dan kecil kemungkinan untuk sembuh total. Si kecil mungkin membutuhkan suplemen kalsium dalam pemberian makanannya atau melalui cairan intravena (IV).
Lantas, apa penyebab kondisi ini pada si kecil, ya?
Penyebab Kekurangan Kalsium pada Bayi
Mengutip MedlinePlus, kekurangan kalsium pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut:
Ketersediaan oksigen rendah selama persalinan.
Ibu mengalami diabetes saat hamil.
Konsumsi obat-obatan tertentu seperti gentamicin.
Ibu kekurangan asupan kalsium selama kehamilan.
Pemberian susu formula atau susu sapi dengan fosfat yang berlebihan.
Kekurangan vitamin D sehingga penyerapan kalsium di dalam tubuh rendah.
Tanda Bayi Kekurangan Kalsium
Ibu dan ayah mungkin bisa mengenali bayinya yang kekurangan kalsium dengan memperhatikan tanda-tanda berikut ini:
Insomnia
Gelisah
Mudah marah
Tremor
Lesu
Tekanan darah rendah
Gerakan anggota badan yang menyentak
Kejang karena berkurangnya suplai oksigen ke otak
Moms, kalsium merupakan mineral penting yang bertanggung jawab untuk pembentukan dan fungsi normal jantung, saraf, tulang, otot, dan gigi. Kekurangan kadarnya di dalam tubuh bayi bisa menyebabkan komplikasi dan hambatan dalam tumbuh kembang si kecil.
Sebagai langkah pencegahan dini, sebaiknya lakukan pemeriksaan status gizi bayi secara rutin. Sehingga ibu dan ayah bisa mengetahui lebih awal apabila si kecil memiliki masalah kesehatan, kemudian bisa memberikan perawatan terbaik untuk kesembuhannya.
