Kumparan Logo

Mengenal Penyakit Kelima, Infeksi Virus yang Bikin Ruam Merah pada Kulit Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ruam merah pada anak. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ruam merah pada anak. Foto: Thinkstock

Ada beragam infeksi virus yang bisa menyerang anak, salah satunya adalah penyakit kelima atau erythema infectiosum. Penyakit ini umumnya menimbulkan ruam merah di area pipi, tangan, dan kaki anak.

Penamaan penyakit kelima sendiri disesuaikan berdasarkan urutan klasifikasi penyakit infeksi kulit yang umum dialami anak-anak, yang dimulai dari campak, rubella, cacar air, roseola, dan erythema infectiosum.

Ilustrasi ruam merah di pipi bayi Foto: Shutterstock

Penyakit kelima cukup sering dialami oleh anak berusia 4 - 10 tahun. Infeksi ini disebabkan oleh virus Parvovirus B19 yang dapat ditularkan melalui kontak langsung, darah, permukaan yang terkontaminasi, air liur, dan cairan hidung dari orang yang terinfeksi. Kemudian, virus tersebut akan berdiam di dalam tubuh selama 7 - 14 hari setelah terinfeksi, dan menimbulkan beberapa gejala seperti berikut ini.

Gejala Penyakit Kelima pada Anak

Mengutip laman resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), berikut beberapa gejala penyakit kelima pada anak:

1. Ruam merah di beberapa area wajah dan tubuh

Ruam merah merupakan ciri khas penyakit kelima pada anak. Saat awal terinfeksi, ruam merah akan muncul di pipi anak. Beberapa hari kemudian, ruam tersebut akan muncul di dada, punggung, bokong, atau lengan dan kaki anak. Kemungkinan, anak akan merasa gatal, terutama pada kaki. Namun, kondisi ini biasanya akan membaik dalam 7 - 10 hari, tetapi dapat muncul kembali setelah beberapa minggu.

2. Nyeri Sendi

Meski lebih sering dialami orang dewasa, tetapi nyeri sendi juga bisa dialami oleh anak yang terserang penyakit kelima. Biasanya, kondisi ini berlangsung 1 - 3 minggu, atau bisa lebih lama.

Anak cuci tangan. Foto: Thinkstock

Cara Cegah Penyakit Kelima pada Anak

Sayangnya, hingga saat ini belum ada vaksin khusus untuk mencegah infeksi menular ini. Salah satu cara efektif untuk mencegahnya adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti:

  • Rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama 20 detik

  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin

  • Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut

  • Menghindari kontak erat dengan orang yang sakit

kumparan post embed