kumparan
9 Des 2018 14:10 WIB

Mengenal Selesma, Gangguan Pernapasan yang Sering Menyerang Balita

Ilustrasi anak muntah (Foto: Pixabay)
Penyakit yang sering menyerang balita, antara lain adalah gangguan pada sistem pernapasan. Gangguan ini biasanya muncul berupa penyakit sehari-hari yang ringan seperti, batuk, pilek, dan selesma. Berbeda dengan flu, selesma biasanya disebabkan oleh lebih dari 100 virus yang berbeda, termasuk cornavirus, thinovirus, enterovirus dan parainfluenza. Sedangkan flu, hanya disebabkan oleh satu virus yang disebut sebagai virus influenza. Hal tersebut dijelaskan dokter spesialis anak, dr Darmawan B. Setyanto, SpA, melalui laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
ADVERTISEMENT
Pada umumnya, balita mudah terserang penyakit yang satu ini. Bahkan bayi di bawah satu tahun juga bisa sesekali terkena selesma. Penyakit selesma bisa ditularkan oleh siapa saja, termasuk si kakak, orang tua maupun orang-orang yang datang berkunjung ke rumah Anda. Itu sebabnya, sebisa mungkin hindarkan si kecil dari penderita pilek dan batuk.
Penularan penyakit ini biasanya terjadi lewat hidung dan tenggorokan. Walaupun tidak menyebabkan kematian, selesma dapat mengganggu kenyamanan dan mengurangi produktivitas anak Anda.
Ilustrasi anak sakit. (Foto: Thinkstock)
Seperti yang dikatakan di atas, virus penyebab selesma disebabkan oleh banyak virus, dan kekebalan untuk imunisasi virus ini hanya bersifat sementara. Sehingga rasanya, anak tidak perlu mendapatkan imunisasi untuk selesma. Biasanya, dengan pola makan yang baik dan daya tahan tubuh yang kuat, si kecil tidak akan mudah tertular selesma.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, apabila sudah terlanjur tertular, maka yang dapat Anda lakukan hanyalah menyembuhkan gejalanya serta membuat si kecil senyaman mungkin. Namun jika anak Anda berusia kurang dari enam bulan, sebaiknya bawalah ke dokter untuk mengatasi kondisi ini.
Membuat diagnosis penyakit selesma relatif sangat mudah oleh dokter. Sebagian besar keluhan saluran napas atas yang disertai tanda infeksi biasanya karena selesma. Hal tersebut menandakan, sebagian besar infeksi saluran napas atas disebabkan oleh virus.
Gejala selesma seperti batuk, pilek dan demam hebat biasanya akan terlihat di pagi hari. Kemudian serangan ini akan berakhir tiga sampai empat hari kemudian.
Balita yang mengidap selesma dan disertai dengan panas tubuh meningkat, sebaiknya diberi baju yang longgar dan tipis, agar panas tubuhnya bisa dengan mudah keluar. Selain itu, berikan banyak minum untuk membantu menurunkan panas tubuhnya. Jika kondisi tubuhnya semakin mengkhawatirkan, segera bawa ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan