Mengenal Sindrom Cushing, Gangguan Hormonal yang Bisa Dialami Anak
ยทwaktu baca 3 menit

Sindrom cushing atau hiperkortisolisme adalah gangguan hormonal yang bisa terjadi pada anak akibat kelebihan produksi hormon kortisol oleh kelenjar adrenal. Anak dengan sindrom cushing umumnya mengalami penambahan berat badan yang berlebihan, kadar gula darah tinggi, dan penurunan tumbuh kembang.
Dikutip dari Mom Junction, hormon kortisol adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Hormon ini berguna untuk menjaga fungsi jantung, mengontrol tekanan darah dan gula darah, hingga mengurangi peradangan dalam tubuh anak.
Penyakit ini termasuk salah satu kelainan langka pada anak. Ya, hanya sekitar 10 persen anak-anak di dunia mengalami sindrom cushing.
Penyebab Sindrom Cushing pada Anak
Sindrom cushing umumnya terbagi menjadi dua sifat, yaitu eksogen dan endogen. Bila bersifat eksogen, biasanya disebabkan oleh asupan obat-obatan yang mengandung glukokortikoid tinggi sehingga bisa mengganggu metabolisme anak. Sedangkan sifat endogen disebabkan karena kelebihan produksi kortisol di dalam tubuh anak.
Dari keduanya, sindrom cushing bersifat eksogen lah yang paling sering terjadi pada anak. Ya Moms, kandungan glukokortikoid dapat diperoleh anak melalui obat asma, alergi, atau beberapa antibiotik yang membentuk kekebalan tubuh.
Kendati demikian, sindrom cushing pada anak juga bisa disebabkan oleh:
Tumor di kelenjar adrenal
Gangguan endokrin
Peradangan usus
Beberapa jenis kanker
Artritis reumatoid atau peradangan sendi
Gejala Sindrom Cushing pada Anak
Gejala sindrom cushing pada anak bisa bervariasi, tergantung tingkat kadar hormon kortisol dalam tubuh. Namun, beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai, yaitu:
Tekanan darah tinggi
Penambahan berat badan berlebih
Kelebihan lemak di sekitar leher dan wajah
Stretch mark di perut, paha, dan lengan
Kekuatan tulang dan otot berkurang
Tumbuh rambut berlebihan di wajah
Tumbuh kembang terhambat
Kulit menggelap
Intoleransi glukosa
Kelelahan
Kaki dan lengan lebih kurus
Jika tidak segera diobati, sindrom cushing dapat menyebabkan beberapa komplikasi tertentu, seperti infeksi, kegemukan, gangguan emosi, sulit berkonsentrasi, masalah penglihatan, dan osteoporosis.
Cara Diagnosis Sindrom Cushing pada Anak
1. Tes hormon pelepasan kortikotropin
Tes ini dilakukan untuk menentukan penyebab lebihnya hormon kortisol di dalam tubuh anak. Sebab, ada dua kemungkinan yang bisa menjadi penyebabnya, yaitu tumor di kelenjar pituitari atau tumor di kelenjar adrenal.
2. Pemeriksaan darah dan urin 24 jam
Kedua pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui dan mengukur kadar kortisol dalam tubuh dalam 24 jam terakhir.
3. Melakukan x-ray
Tindakan x-ray dilakukan untuk mengetahui kepadatan dan struktur tulang anak saat itu.
4. Tes supresi deksametason
Tes ini dilakukan untuk menentukan apakah tumor di kelenjar pituitari memproduksi hormon adrenokortikotropik berlebih atau tidak.
5. Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Pemeriksaan MRI dilakukan untuk mengetahui gambaran rinci dari organ-organ internal dan otot-otot di dalam tubuh anak.
