Kumparan Logo

Mengenal Sindrom Cushing, Gangguan Hormonal yang Bisa Dialami Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak gemuk menimbang berat badan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak gemuk menimbang berat badan. Foto: Shutter Stock

Sindrom cushing atau hiperkortisolisme adalah gangguan hormonal yang bisa terjadi pada anak akibat kelebihan produksi hormon kortisol oleh kelenjar adrenal. Anak dengan sindrom cushing umumnya mengalami penambahan berat badan yang berlebihan, kadar gula darah tinggi, dan penurunan tumbuh kembang.

Dikutip dari Mom Junction, hormon kortisol adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Hormon ini berguna untuk menjaga fungsi jantung, mengontrol tekanan darah dan gula darah, hingga mengurangi peradangan dalam tubuh anak.

Ilustrasi anak mengompol karena penurunan tumbuh kembang. Foto: wk1003mike/Shutterstock

Penyakit ini termasuk salah satu kelainan langka pada anak. Ya, hanya sekitar 10 persen anak-anak di dunia mengalami sindrom cushing.

kumparan post embed

Penyebab Sindrom Cushing pada Anak

Sindrom cushing umumnya terbagi menjadi dua sifat, yaitu eksogen dan endogen. Bila bersifat eksogen, biasanya disebabkan oleh asupan obat-obatan yang mengandung glukokortikoid tinggi sehingga bisa mengganggu metabolisme anak. Sedangkan sifat endogen disebabkan karena kelebihan produksi kortisol di dalam tubuh anak.

Dari keduanya, sindrom cushing bersifat eksogen lah yang paling sering terjadi pada anak. Ya Moms, kandungan glukokortikoid dapat diperoleh anak melalui obat asma, alergi, atau beberapa antibiotik yang membentuk kekebalan tubuh.

Kendati demikian, sindrom cushing pada anak juga bisa disebabkan oleh:

  • Tumor di kelenjar adrenal

  • Gangguan endokrin

  • Peradangan usus

  • Beberapa jenis kanker

  • Artritis reumatoid atau peradangan sendi

Ilustrasi nyeri sendi pada anak. Foto: Shutter Stock

Gejala Sindrom Cushing pada Anak

Gejala sindrom cushing pada anak bisa bervariasi, tergantung tingkat kadar hormon kortisol dalam tubuh. Namun, beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai, yaitu:

Mengukur tekanan darah anak. Foto: Thinkstock
  • Tekanan darah tinggi

  • Penambahan berat badan berlebih

  • Kelebihan lemak di sekitar leher dan wajah

  • Stretch mark di perut, paha, dan lengan

  • Kekuatan tulang dan otot berkurang

  • Tumbuh rambut berlebihan di wajah

  • Tumbuh kembang terhambat

  • Kulit menggelap

  • Intoleransi glukosa

  • Kelelahan

  • Kaki dan lengan lebih kurus

Jika tidak segera diobati, sindrom cushing dapat menyebabkan beberapa komplikasi tertentu, seperti infeksi, kegemukan, gangguan emosi, sulit berkonsentrasi, masalah penglihatan, dan osteoporosis.

Cara Diagnosis Sindrom Cushing pada Anak

1. Tes hormon pelepasan kortikotropin

Tes ini dilakukan untuk menentukan penyebab lebihnya hormon kortisol di dalam tubuh anak. Sebab, ada dua kemungkinan yang bisa menjadi penyebabnya, yaitu tumor di kelenjar pituitari atau tumor di kelenjar adrenal.

2. Pemeriksaan darah dan urin 24 jam

Kedua pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui dan mengukur kadar kortisol dalam tubuh dalam 24 jam terakhir.

Ilustrasi ambil sample darah anak. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

3. Melakukan x-ray

Tindakan x-ray dilakukan untuk mengetahui kepadatan dan struktur tulang anak saat itu.

4. Tes supresi deksametason

Tes ini dilakukan untuk menentukan apakah tumor di kelenjar pituitari memproduksi hormon adrenokortikotropik berlebih atau tidak.

5. Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Pemeriksaan MRI dilakukan untuk mengetahui gambaran rinci dari organ-organ internal dan otot-otot di dalam tubuh anak.