Kumparan Logo

Mengenal Skin Check pada Bayi, Langkah Sederhana Jaga Kesehatan Kulit Si Kecil

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi. Foto: Adobestock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi. Foto: Adobestock

Moms, pernahkah Anda merasa bingung saat si kecil tiba-tiba menjadi lebih rewel dari biasanya?

Saat bayi menangis atau terlihat tidak nyaman, orang tua biasanya langsung memeriksa apakah ia lapar, mengantuk, atau popoknya sudah penuh. Namun, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yaitu kondisi kulit bayi.

Berbeda dengan orang dewasa, bayi belum bisa mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Mereka tidak bisa mengatakan bahwa kulitnya terasa gatal, perih, atau tidak nyaman. Karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap berbagai sinyal yang ditunjukkan oleh tubuh si kecil, termasuk melalui kondisi kulitnya.

Dalam banyak kasus, kulit menjadi salah satu "bahasa" pertama yang digunakan bayi untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman.

Kulit Bayi Lebih Sensitif Dibandingkan Orang Dewasa

Kulit bayi masih berada dalam tahap perkembangan sehingga cenderung lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa. Kondisi ini membuat kulit bayi lebih rentan terhadap gesekan, kelembapan berlebih, maupun paparan zat tertentu yang dapat memicu iritasi.

Tak heran jika masalah seperti kemerahan, ruam, atau kulit kering cukup sering dialami oleh bayi, terutama pada area yang tertutup dalam waktu lama, seperti area popok.

Menurut dokter spesialis anak, dr. Melissa Lilisari, Sp.A., M.Kes., kulit bayi bukan hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh, tetapi juga menjadi salah satu indikator penting kenyamanan dan kesejahteraan si kecil.

"Perubahan kecil pada kulit bayi, seperti kemerahan, bekas tekanan, atau kulit yang tampak lebih kering, tidak boleh dianggap sepele. Tanda-tanda tersebut dapat menjadi indikator awal adanya gangguan pada lapisan kulit bayi," jelas dr. Melissa.

Karena itu, orang tua dianjurkan untuk lebih cermat mengamati kondisi kulit bayi secara rutin, terutama saat mengganti popok. Dengan mengenali tanda-tanda sejak dini, risiko iritasi dapat diminimalkan sebelum berkembang menjadi masalah kulit yang lebih serius.

Tanda-Tanda Kulit Bayi Sedang "Berbicara"

Ilustrasi tanda-tanda ruam pada bayi. Foto: FotoDuets/Shutterstock

Meski belum bisa menyampaikan keluhannya secara verbal, kulit bayi sering kali memberikan tanda-tanda yang bisa dikenali orang tua.

dr. Melissa menyarankan agar orang tua melakukan skin check setiap kali mengganti popok. Berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan:

1. Kulit Mudah Kemerahan

Kemerahan ringan sering dianggap hal biasa. Namun jika muncul berulang, terutama pada area tertentu, kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa kulit bayi sedang mengalami sensitivitas atau iritasi.

2. Bayi Lebih Rewel Saat Diganti Popok

Jika si kecil terlihat tidak nyaman atau lebih sering menangis saat proses mengganti popok, bisa jadi ada bagian kulit yang sedang mengalami gesekan atau sensitivitas.

3. Kulit Tampak Lebih Kering

Kulit yang terlihat lebih kasar atau kering dari biasanya juga dapat menjadi salah satu tanda bahwa lapisan pelindung kulit sedang membutuhkan perhatian ekstra.

4. Sering Menggaruk atau Menggosok Area Tertentu

Meski gerakan bayi sering kali masih refleks, kebiasaan menggaruk atau menggosok area tertentu secara berulang bisa menjadi petunjuk adanya rasa tidak nyaman pada kulit.

5. Muncul Bekas Gesekan dengan Mudah

Bekas pada area paha, pinggang, atau lipatan kulit yang muncul lebih sering dari biasanya juga dapat menjadi sinyal bahwa kulit bayi sedang lebih sensitif.

Area Popok Menjadi Salah Satu Area yang Perlu Perhatian Khusus

Di antara berbagai bagian tubuh bayi, area popok termasuk area yang paling sering mengalami kombinasi kelembapan dan gesekan dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut membuat area popok lebih rentan mengalami iritasi apabila tidak dirawat dengan tepat.

Karena digunakan hampir sepanjang hari, pemilihan popok menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan kulit bayi. Menurut dr. Melissa, orang tua sebaiknya memilih popok yang lembut, memiliki daya serap tinggi, serta mampu menjaga permukaannya tetap kering sehingga kelembapan yang dapat memicu iritasi bisa diminimalkan.

Perlindungan Kulit Bayi dengan Inovasi Popok yang Tepat

Makuku ProCare. Foto: Dok. MAKUKU

Sebagai bentuk inovasi dalam mendukung kesehatan kulit bayi, MAKUKU menghadirkan MAKUKU Pro Care, popok premium yang dirancang untuk memberikan perlindungan ekstra bagi kulit bayi.

"MAKUKU Pro Care kami hadirkan dari kesadaran bahwa kulit bayi membutuhkan perlindungan ekstra dari berbagai paparan sehari-hari seperti gesekan dan kelembapan, sementara di sisi lain bayi masa kini juga semakin aktif sehingga membutuhkan popok yang tidak hanya melindungi, tetapi juga nyaman, lembut, dan mampu mengikuti setiap geraknya," ujar Head of Product Marketing MAKUKU Indonesia, Sulistyowati.

MAKUKU Pro Care telah teruji secara dermatologis dan aman digunakan untuk kulit sensitif. Popok ini dilengkapi tiga inovasi utama, yaitu SkinHug Design yang lembut dan mengikuti kontur tubuh bayi sehingga memberikan sensasi senyaman tanpa popok, SAP Thin Core Technology yang mampu menyerap dan mengunci cairan secara merata untuk membantu mencegah penggumpalan dan gesekan, serta Smooth Flex & Bubble Waistband yang memberikan kenyamanan dan fleksibilitas mengikuti setiap gerakan aktif si kecil.

Kombinasi inovasi tersebut membantu mengurangi risiko bekas merah, menjaga kesehatan kulit bayi, sekaligus memberikan kenyamanan agar si kecil bebas bergerak dan bereksplorasi setiap hari.

Dengarkan Kulit Si Kecil Sebelum Ruam Muncul

Merawat kulit bayi idealnya tidak menunggu hingga muncul ruam atau iritasi. Justru, semakin cepat orang tua mengenali tanda-tanda awal yang ditunjukkan kulit bayi, semakin besar peluang untuk menjaga kenyamanannya sehari-hari.

Dengan melakukan skin check secara rutin serta memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi, risiko iritasi dapat diminimalkan sehingga si kecil dapat tumbuh, bergerak, dan bereksplorasi dengan lebih nyaman setiap hari.

Karena meskipun bayi belum bisa bicara, kulit mereka sering kali sudah lebih dulu menyampaikan pesannya.