Kumparan Logo

Mengenal Tokofobia, Ketakutan yang Sangat Ekstrem Terhadap Melahirkan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil dengan tokofobia. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil dengan tokofobia. Foto: Shutter Stock

Suasana hati yang tidak menentu dan kecemasan menjelang melahirkan wajar terjadi. Pasalnya, ada banyak hal yang mungkin dipikirkan ibu hamil. Mulai dari kondisi kesehatannya, kesehatan bayi, hingga persiapan menyusui. Bahkan, saking banyaknya melihat video persalinan di youtube atau media sosial lainnya, ada juga ibu yang sangat takut untuk melahirkan. Kondisi ini disebut tokofobia, Moms.

Mengutip Very Well Family, tokofobia merupakan kondisi ketakutan ekstrem akan melahirkan dan bisa tergolong sebagai salah satu jenis gangguan mental. Tokofobia bukan hanya dialami ibu hamil, tetapi juga bisa pada wanita yang belum hamil. Biasanya mereka lantas memutuskan untuk tidak akan hamil.

ilustrasi wanita cemas, stres atau depresi. Foto: Shutterstock

Tokofobia dibagi menjadi dua jenis, yaitu tokofobia primer dan sekunder. Tokofobia sekunder terjadi pada wanita yang belum pernah melahirkan, tetapi mempunyai ketakutan akan hal tersebut. Sementara tokofobia sekunder terjadi ketika rasa takut berasal dari pengalaman melahirkan sebelumnya. Meski jarang terjadi, beberapa wanita yang mengalami gangguan stres pascatrauma juga bisa memicu terjadinya tokofobia.

Selain ketakutan, wanita dengan tokofobia cenderung menghindari berhubungan seks dengan suaminya, menunda kehamilan, insomnia, sering mengalami serangan panik, atau memaksa dokter untuk melakukan persalinan caesar walaupun tidak ada kondisi medis yang mendasari.

Namun, apa penyebabnya, ya?

kumparan post embed

Takut Berhubungan dengan Tindakan Medis

Ilustrasi wanita takut dengan rumah sakit. Foto: Shutter Stock

Wanita dengan tokofobia primer mungkin memiliki ketakutan lebih besar pada hal-hal yang berhubungan dengan medis. Termasuk takut terhadap dokter, perawat, rumah sakit, sampai kehilangan kendali saat menjalani tindakan medis. Ada juga kemungkinan bahwa wanita tersebut pernah menjadi korban malpraktek oleh tenaga kesehatan sehingga menimbulkan komplikasi lain.

Trauma Masa Lalu

Ilustrasi wanita muda keguguran. Foto: fizkes/Shutterstock

Pengalaman melahirkan yang menyakitkan, membutuhkan waktu berjam-jam, atau melahirkan normal juga bisa menimbulkan rasa trauma pada wanita. Tentunya hal ini bisa berkembang menjadi tokofobia sekunder. Selain itu, tokofobia sekunder juga bisa terjadi jika wanita pernah mengalami keguguran, aborsi, atau lahir mati, Moms.

Riwayat Depresi

Ilustrasi kesehatan mental ibu atau wanita alami depresi. Foto: aslysun/Shuttterstock

Kondisi kesehatan mental, termasuk kecemasan dan depresi, juga bisa meningkatkan kemungkinan wanita mengalami tokofobia. Meski demikian, kondisi ini jarang menjadi penyebab utamanya.