Kumparan Logo

Mengenal Diaperphobia, Rasa Cemas Berlebih saat Ganti Popok Bayi

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi ganti pokok. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi ganti pokok. Foto: Shutterstock

Pernahkah Anda merasa cemas berlebihan saat mengganti popok bayi? Bila kecemasan tersebut sangat mengganggu, mungkin sudah saatnya Anda berkonsultasi ke dokter atau psikolog. Sebab kecemasan berlebih terhadap popok bayi bisa jadi tanda diaperphobia, atau fobia popok bayi.

Ya Moms, kondisi tersebut memang ada. Seseorang yang mengalami diaperphobia mungkin akan merasa takut bila akan mengganti popok bayi, atau disuruh untuk memakaikan popok pada bayi.

Mengutip Baby Gaga, diaperphobia adalah salah satu bentuk vestaphobia atau kecemasan berlebih saat menyentuh pakaian. Kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari pola asuh, pengalaman di masa lalu, dan faktor genetika. Lantas, seperti apa gejalanya?

Gejala Diaperphobia

Gejala diaperphobia umumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu gejala fisik dan gejala mental. Gejala fisik yang bisa terjadi meliputi:

Ilustrasi wanita mual Foto: Shutterstock
  • Panas dingin

  • Mual

  • Berkeringat

  • Kebingungan

  • Mati rasa dan gemetaran

  • Mulut kering

  • Berdenging di telinga

  • Detak jantung semakin cepat

  • Merasa tersedak

  • Nyeri dada sampai sesak napas

  • Sementara gejala mental diaperphobia yang bisa terjadi adalah:

  • Mengalami ketakutan

  • Serangan panik

  • Merasa terancam

  • Kehilangan kendali terhadap perasaan

  • Sering merasa bersalah

  • Perubahan suasana hati

  • Merasa sedih dan putus asa

  • Menarik diri dari orang lain

Namun gejala diaperphobia pada setiap orang akan berbeda, tergantung tingkat keparahan dan kondisi medis yang dimilikinya. Cara mengatasinya juga berbeda, hanya ahli profesional kesehatan mental yang dapat mendiagnosis dan merawat pasien diaperphobia. Sebab kondisi ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, hingga menyebabkan kecemasan berlebih atau depresi.

Tips Atasi Diaperphobia

Dikutip dari Fear of, sebenarnya sebagian besar fobia dapat disembuhkan. Namun hal ini juga bergantung pada tingkat keparahan dan kondisi medis pasien. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi diaperphobia adalah:

1. Terapi wicara

Terapi wicara yang meliputi konseling mungkin sangat efektif untuk mengatasi diaperphobia. Ya Moms, terapi wicara adalah perawatan yang cukup rileks dan secara fisik tidak mengganggu dan melibatkan pikiran, perasaan, dan perilaku Anda. Terapi ini juga bertujuan untuk:

  • Membantu Anda mengenali pola untuk berpikir, bertindak, dan menemukan cara untuk merubahnya.

  • Membantu Anda mengatasi perasaan yang rumit.

  • Membantu Anda memahami berbagai hal dan diri sendiri.

  • Memberi Anda waktu dan tempat yang aman untuk berbicara dengan seseorang yang tidak akan menghakimi.

Ilustrasi konsultasi dengan dokter. Foto: Shutter Stock

2. Terapi perilaku kognitif

Terapi perilaku kognitif (CBT) bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui gambaran realitas yang akurat. Misalnya bila Anda mengalami diaperphobia, maka terapi perilaku kognitif dapat mengidentifikasi apakah ketakutan dan kecemasan yang muncul saat mengganti popok adalah gambaran realitas yang akurat. Selain itu, terapi ini juga bertujuan untuk merubah pola pikir dan respons pasien dari hal negatif menjadi hal yang positif.

3. Pengobatan

Sebenarnya ibu menyusui tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Cara terbaik untuk mengatasi segala jenis fobia adalah melakukan terapi untuk mengatasi rasa takut. Namun bila rasa cemas sulit terkendali atau depresi, biasanya dokter akan merekomendasikan beberapa obat, seperti obat antidepresan ataupun obat penenang. Hanya saja obat ini harus menggunakan resep dokter ya, Moms.

kumparan post embed