Mengenal Diaperphobia, Rasa Cemas Berlebih saat Ganti Popok Bayi
ยทwaktu baca 3 menit

Pernahkah Anda merasa cemas berlebihan saat mengganti popok bayi? Bila kecemasan tersebut sangat mengganggu, mungkin sudah saatnya Anda berkonsultasi ke dokter atau psikolog. Sebab kecemasan berlebih terhadap popok bayi bisa jadi tanda diaperphobia, atau fobia popok bayi.
Ya Moms, kondisi tersebut memang ada. Seseorang yang mengalami diaperphobia mungkin akan merasa takut bila akan mengganti popok bayi, atau disuruh untuk memakaikan popok pada bayi.
Mengutip Baby Gaga, diaperphobia adalah salah satu bentuk vestaphobia atau kecemasan berlebih saat menyentuh pakaian. Kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari pola asuh, pengalaman di masa lalu, dan faktor genetika. Lantas, seperti apa gejalanya?
Gejala Diaperphobia
Gejala diaperphobia umumnya dibagi menjadi dua bagian, yaitu gejala fisik dan gejala mental. Gejala fisik yang bisa terjadi meliputi:
Panas dingin
Mual
Berkeringat
Kebingungan
Mati rasa dan gemetaran
Mulut kering
Berdenging di telinga
Detak jantung semakin cepat
Merasa tersedak
Nyeri dada sampai sesak napas
Sementara gejala mental diaperphobia yang bisa terjadi adalah:
Mengalami ketakutan
Serangan panik
Merasa terancam
Kehilangan kendali terhadap perasaan
Sering merasa bersalah
Perubahan suasana hati
Merasa sedih dan putus asa
Menarik diri dari orang lain
Namun gejala diaperphobia pada setiap orang akan berbeda, tergantung tingkat keparahan dan kondisi medis yang dimilikinya. Cara mengatasinya juga berbeda, hanya ahli profesional kesehatan mental yang dapat mendiagnosis dan merawat pasien diaperphobia. Sebab kondisi ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari, hingga menyebabkan kecemasan berlebih atau depresi.
Tips Atasi Diaperphobia
Dikutip dari Fear of, sebenarnya sebagian besar fobia dapat disembuhkan. Namun hal ini juga bergantung pada tingkat keparahan dan kondisi medis pasien. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi diaperphobia adalah:
1. Terapi wicara
Terapi wicara yang meliputi konseling mungkin sangat efektif untuk mengatasi diaperphobia. Ya Moms, terapi wicara adalah perawatan yang cukup rileks dan secara fisik tidak mengganggu dan melibatkan pikiran, perasaan, dan perilaku Anda. Terapi ini juga bertujuan untuk:
Membantu Anda mengenali pola untuk berpikir, bertindak, dan menemukan cara untuk merubahnya.
Membantu Anda mengatasi perasaan yang rumit.
Membantu Anda memahami berbagai hal dan diri sendiri.
Memberi Anda waktu dan tempat yang aman untuk berbicara dengan seseorang yang tidak akan menghakimi.
2. Terapi perilaku kognitif
Terapi perilaku kognitif (CBT) bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui gambaran realitas yang akurat. Misalnya bila Anda mengalami diaperphobia, maka terapi perilaku kognitif dapat mengidentifikasi apakah ketakutan dan kecemasan yang muncul saat mengganti popok adalah gambaran realitas yang akurat. Selain itu, terapi ini juga bertujuan untuk merubah pola pikir dan respons pasien dari hal negatif menjadi hal yang positif.
3. Pengobatan
Sebenarnya ibu menyusui tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Cara terbaik untuk mengatasi segala jenis fobia adalah melakukan terapi untuk mengatasi rasa takut. Namun bila rasa cemas sulit terkendali atau depresi, biasanya dokter akan merekomendasikan beberapa obat, seperti obat antidepresan ataupun obat penenang. Hanya saja obat ini harus menggunakan resep dokter ya, Moms.
