Kumparan Logo

Menjaga Anak Tetap Aman selama Bermain di Pantai

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Liburan aman dan nyaman bersama anak (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Liburan aman dan nyaman bersama anak (Foto: Pixabay)

Wisata air menjadi pilihan sekeluarga untuk menghabiskan liburan akhir tahun ini. Beberapa pantai terkenal seperti Pantai Ancol di Jakarta Utara hingga pantai-pantai di Bali penuh dengan keceriaan orang dewasa hingga anak-anak. Bagi anak yang tinggal di padatnya kota, bermain air di pantai akan menjadi agenda menyenangkan.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar wisata air Anda bersama anak tetap menjadi cerita yang menyenangkan. Keceriaan anak sangat bergantung kepada antisipasi keamanan anak ketika berlarian di pesisir dan bermain air.

Dalam beberapa kasus, kelalaian orang tua sering menyebabkan kejadian fatal ketika anak berlibur ke pantai. Mulai dari anak hilang hingga tenggelam di air adalah segelintir kisah berlibur yang berujung pahit. Hal tersebut sebenarnya bisa diantisipasi jika orang tua mau memahami keadaan pantai. Mengenai hal ini, pakar parenting asal Amerika Serikat, Patrick Quinn, menuliskan pengalamannya kepada Huffington Post.

Quinn pernah bekerja sebagai penjaga pantai di New York, AS. Setiap musim berlibur yang lalui diisi dengan menyelamatkan anak-anak yang hampir tewas terseret ombak. “Ada dua anak yang saya selamatkan ternyata ibunya tengah bersantai dengan headphone terpasang di telinga,” tulis Quinn.

Tentu kecerobohan semacam ini harus dihindari oleh para orang tua. Berikut penjelasan Quinn tentang tips dan trik untuk memastikan liburan di pantai bersama anak berjalan lancar.

1. Kenakan Pakaian Renang serta Sunscreen

Setelah mempersiapkan berbagai mainan dan perlengkapan, pastikan pakaian yang akan anak Anda kenakan nyaman untuk beraktivitas di pantai. Pakaian pantai sebaiknya berwarna cerah dan menyerap keringat.

Kenyamanan juga dapat ditunjang dengan pemakaian sunscreen. Panas terik pesisir pantai jangan sampai merusak kulit sang buah hati.

2. Kenali Arus Gelombang

Setiap pantai memiliki karakter arus yang berbeda. Jika di Indonesia, arus gelombang di pesisir selatan Pulau Jawa akan lebih bergejolak dibanding pesisir utara yang cenderung tenang. Perbedaan karakter antara pesisir utara dan selatan ini juga terjadi di Pulau Bali dan Lombok. Akan tetapi, tinggi gelombang dipengaruhi oleh banyak faktor yang kadang tidak menentu.

Begitu tiba di lokas pantai yang dituju, langsung amati dahulu bagaimana kondisi gelombang. Perhatikan tanda peringatan di sepanjang pantai. Tidak semua pengelola pantai memperbolehkan pengunjung untuk berenang di pantai.

3. Selalu Perhatikan Posisi Anak

Anak cenderung mengikuti nalurinya untuk bermain. Di dalam pikiran anak, mereka tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengejar bola, berlarian di pesisir, dan berenang menyambut ombak. Tugas Anda sebagai orang tua adalah memastikan mereka tetap aman.

Temani anak selama bermain di pinggir pantai. Jangan terlalu asyik dengan kesenangan sendiri seperti berjemur, bercerita dengan kawan, atau rileks. Faktor ini yang paling sering membuai para orang tua dari tugas utama mereka dalam menjaga anak selama di pantai. Anda perlu bayangkan betapa sulit dan paniknya mencari anak hilang di tengah pantai. Jangan sesekali abaikan keselamatan anak dengan asyik sendiri.