Kumparan Logo

Moms, Begini Cara Dapatkan Kuota Internet Gratis untuk Anak Belajar di Rumah

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Mendikbud Nadiem Makarim saat rapat kerja bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (27/8). Foto: Puspa Perwitasari/ANTARA FOTO

Beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengumumkan bahwa pemerintah akan memberikan kuota gratis untuk anak sekolah dan guru. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan program pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah yang hingga kini masih berlangsung.

Nadiem menjelaskan bahwa tunjangan paket internet PJJ tersebut akan diberikan selama empat bulan dari September hingga Desember 2020. Untuk siswa belajar di rumah akan mendapat 35 GB per bulan, sementara untuk guru 42 GB per bulan.

Lantas, bagaimana cara mendapatkan kuota internet gratis tersebut untuk anak, ya?

Cara Daftar Kuota Internet Gratis untuk Anak

Infografik Kemdikbud Bagi-bagi Kuota Internet. Foto: Diptanta Wahya Jati Nugraha/kumparan

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri, menjelaskan, paket internet gratis itu akan langsung diberikan ke nomor telepon seluler siswa.

"Setiap peserta didik akan mendapatkan kuota internet gratis sebesar Rp 35.000 atau 35 GB per bulan. Bagaimana caranya? Kuota ini langsung diberikan ke nomor telepon siswa," kata Jumeri kepada awak media, Jumat (28/8).

Jumeri menambahkan, para wali kelas nantinya akan melakukan pendataan nomor ponsel siswa beserta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) untuk dimasukkan sekolah ke aplikasi Dapodik. Setelah itu, kepala sekolah harus menandatangani pakta integritas bahwa semua data yang dimasukkan tadi benar, untuk kemudian diunggah ke Dapodik.

"Awal September ini harus sudah selesai pendataannya," kata Jumeri.

Jumeri mengatakan, siswa yang belum memiliki smartphone, nomor seluler, atau nomor selulernya mati bisa mengikuti pendaftaran paket internet gratis pada periode berikutnya. Namun, ia belum meberikan penjelasan lebih lanjut terkait waktu pastinya.

Kemendikbud bekerja sama dengan operator seluler

Ilustrasi ibu dan anak sedang belajar dari rumah. Foto: Shutterstock

Terkait misi bagi-bagi kuota gratis untuk pelajar dan pengajar, kata Jumeri, Kemendikbud juga sudah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan telekomunikasi di Indonesia untuk menjalankan paket internet gratis ini. Dia pun meminta agar layanan paket internet gratis ini diawasi bersama.

"Kami akan komplain pada operator jika ternyata di kemudian hari mendapatkan laporan kalau akses internetnya lemot atau lambat dan tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Ini yang perlu kita awasi secara bersama," tegas dia.

Kemendikbud sendiri menganggarkan dana sebesar Rp 7,2 triliun rupiah untuk tunjangan kuota gratis. Meski begitu, hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut, kapan subsidi paket internet untuk kegiatan belajar dari rumah ini akan diberikan.