Kumparan Logo

Moms, Hindari Lakukan Ini pada Anak saat Ia Menstruasi Pertama Kali

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak perempuan pertama kali menstruasi. Foto: MIA Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak perempuan pertama kali menstruasi. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Memasuki usia praremaja, anak umumnya akan menunjukkan tanda-tanda pubertas. Pada anak perempuan, misalnya. Ia akan mengalami menstruasi pertama kali. Biasanya, hal itu akan terjadi pada usia antara 10 – 15 tahun. Saat pertama kali mengalaminya, si kecil mungkin akan merasa cemas. Bahkan, tak jarang ia takut untuk bercerita pada orang tua.

Nah Moms, sebagai ibu dan sesama perempuan, Anda perlu lebih bijak dalam menghadapi kecemasan anak perempuan saat pertama kali mengalami menstruasi. Ada beberapa hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan pada si kecil. Simak penjelasannya berikut ini sebagaimana dikutip dari laman Moms.

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Perempuan Menstruasi Pertama Kali?

Ilustrasi Anak Menstruasi. Foto: Shutter Stock

1. Jangan Ada ‘Drama’

Saat menghadapi anak perempuan yang pertama kali menstruasi, sebaiknya jangan meresponsnya secara berlebihan atau dramatis ya, Moms. Misalnya saja, memberitahu pada anggota keluarga yang lain secara terbuka. Hal itu justru akan membuat si kecil merasa malu dan tidak percaya diri. Oleh karena itu, tetap tenang dan bicarakan hal itu berdua dengan anak perempuan agar ia merasa diperhatikan.

2. Jangan Malu

Beberapa ibu mungkin merasa canggung saat mengajari anak memakai pembalut. Padahal, kecanggungan tersebut justru akan membuat anak perempuan bingung tentang apa yang harus dilakukan. Anda bisa mempraktikkan secara langsung cara menggunakan pembalut yang benar supaya si kecil benar-benar paham.

3. Jangan Berbohong

Saat mengalami menstruasi untuk pertama kalinya, anak perempuan mungkin akan bertanya-tanya tentang pada yang terjadi pada dirinya. Saat si kecil menanyakan hal itu pada Anda, berikan jawaban yang tepat dan jangan berbohong ya, Moms. Jika Anda ragu, Anda mungkin bisa mengajak anak ke dokter agar si kecil bisa mengetahui jawaban yang lebih ilmiah.

kumparan post embed