Moms, Ini Beda Gejala TBC dan Long COVID-19 pada Anak
ยทwaktu baca 3 menit

Moms, sudah tahu kabar sebanyak 619 anak di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terkena tuberkulosis (TBC)? Ya, ratusan anak ini terkena TBC sepanjang Januari-Desember 2022. Jumlah yang tidak sedikit, yang banyak menularkan anak-anak berusia 0-5 tahun.
Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, diduga anak-anak ini tertular TBC dari lingkungan di sekitarnya. Seperti sering dicium atau digendong, yang sebenarnya jadi berkontak fisik dengan anak.
Padahal, penularan TBC mirip dengan COVID-19, yakni lewat percikan air liur (droplets) yang keluar dari saluran napas dan bergerak di udara. Dan bila terhirup oleh seseorang, bisa masuk ke paru-paru lalu menyebabkan timbulnya infeksi TBC.
Karena gejalanya yang mirip, Anda mungkin jadi bingung bagaimana mendeteksi anak terkena TBC atau COVID-19? Apalagi, beberapa anak yang sudah pernah terkena COVID-19 masih bisa mengalami gejalanya selama beberapa waktu setelah sembuh, atau yang disebut long COVID.
Beda Gejala TBC dan Long COVID-19 pada Anak
Gejala TBC
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru namun dapat menyerang hampir semua organ tubuh.
Beda dengan orang dewasa, gejala TBC pada anak bisa tidak spesifik. Berikut adalah gejala TBC yang bisa diperhatikan orang tua, dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):
Berat badan turun atau tidak naik dalam 2 bulan
Batuk > 3 minggu (menetap atau memburuk)
Demam > 2 minggu atau demam berulang umumnya demam tidak terlalu tinggi)
Lesu dan tidak seaktif biasanya
Tidak nafsu makan
Ada benjolan di leher (bisa lebih dari satu)
Risikonya akan semakin meningkat bila anak memiliki riwayat berkontak erat dengan penderita TBC.
Gejala Long COVID
Anak Anda pernah kena COVID-19 sebelumnya, Moms? Itu artinya, si kecil bisa saja mengalami long COVID. Selain kasusnya cenderung lebih jarang dibandingkan orang dewasa, long COVID pada anak juga bisa pulih lebih cepat.
Mengingat gejala long COVID bisa mirip-mirip dengan TBC, ini yang perlu orang tua tahu, seperti dikutip dari laman UNICEF dan American Family Physician:
Kehilangan indra penciuman atau perasa selama beberapa waktu
Kesulitan untuk beraktivitas berat
Sakit kepala
Merasa lelah terus-menerus
Sesak di dada atau sering merasa cemas
Kesulitan bernapas
Sulit untuk berpikir (brain fog) dan berkonsentrasi
Batuk dan pilek
Demam
Sakit tenggorokan
Nyeri sendi dan otot
Anak-anak cenderung pulih lebih cepat daripada orang dewasa. Tetapi dalam beberapa kasus, anak-anak dapat terus merasakan gejala lebih dari enam bulan kemudian. Namun secara umum, waktu pemulihannya bisa bergantung pada seberapa parah anak saat terinfeksi COVID-19 sebelumnya.
