Moms, Ini Tips Makan Jengkol yang Aman untuk Anak
·waktu baca 2 menit

Si kecil pernah coba makan jengkol, Moms? Seorang ibu di media sosial Instagram @babybellezhuo membagikan momen saat anaknya pertama kali makan jengkol.
Menurut sang anak, rasa jengkolnya terlalu pedas dan seperti ada squishy-nya.
Tapi sebenarnya, boleh nggak ya anak makan jengkol?
Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Abdussalam, Sp.A menyebut, anak boleh saja mengkonsumsi jengkol. Bahkan, disebut bisa sebagai alternatif protein nabati lho.
Sementara untuk seberapa banyak porsi makan jengkol pada anak sampai saat ini belum ada ketetapan.
"Akan tetapi untuk menghindari intoksikasi jengkol, dikonsumsi tidak lebih dari satu sampai dua keping jengkol per harinya," kata Dokter Reza kepada kumparanMOM.
Moms, jengkol memiliki kandungan makronutrien seperti karbohidrat dan protein, serta mikronutrien seperti vitamin B, vitamin c, serta mineral zat besi, kalium dan kalsium.
Meski begitu, Dokter Reza menyarankan agar tidak mengkonsumsi jengkol berlebihan. Sebab, bisa mengakibatkan intoksikasi asam jengkolat yang akan mengakibatkan gejala pada anak yakni nyeri perut, muntah, gangguan berkemih.
"Selain itu juga bisa mengakibatkan gejala hematuria atau pipis berdarah, dan yang terjelek terjadi gagal ginjal," ujarnya.
Ya, Moms, jengkol mengandung asam jengkolat, yang jika dikonsumsi berlebihan akan terjadi penumpukan kristal seperti jarum yang akan melukai saluran kemih terutama ginjal.
