Moms, Self-Love pada Ibu Juga Penting Lho untuk Pengasuhan Anak
·waktu baca 2 menit

Self-love merupakan kondisi di mana seseorang merasa puas akan dirinya dan menerima kekurangannya. Konsep ini lebih mendorong seseorang, terutama para ibu, untuk bisa mengenali dan menerima dirinya sendiri apa adanya. Tampaknya sederhana, namun terkadang proses penerimaan diri ini tak semudah yang dibayangkan ya, Moms.
Mengutip laman resmi Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes, self-love umumnya bersifat universal. Artinya, tidak dapat disamaratakan karena tingkat kepuasan setiap orang berbeda-beda.
Menurut Febria Indra Hastati, M. Psi., Psikolog, self-love tidak sama dengan egois dan narsis. Self-love lebih memperhatikan pemenuhan kebutuhan diri dan mendukung aspek fisik.
“Self-love berarti menyayangi dan menghargai diri sendiri, memperhatikan pemenuhan kebutuhan diri dan mendukung aspek fisik, psikologis dan spiritual diri, untuk senantiasa berkembang. Tidak sama dengan egois dan narsis,” kata Febria, dalam acara Mothercare yang bertajuk ‘Mothercare Indonesia Ajak Ibu untuk Lebih Percaya dan Mencintai Dirinya’, Kamis (22/12).
Kenapa Self-Love pada Ibu Penting untuk Pengasuhan Anak?
Febria menjelaskan bahwa self-love sangat penting dimiliki oleh ibu. Menurutnya, sebelum perempuan melakukan perannya sebagai ‘seorang ibu’, ia harus kuat terlebih dahulu. Untuk mendapatkan kekuatan tersebut, terdapat unsur dasar yang harus dimiliki, yaitu mencintai dan menghargai dirinya sendiri.
“Jadi, self-love itu penting sekali, karena sebelum moms bisa take care of other people, take care of the family, bisa memperhatikan anaknya dan rumah tangga, tentu dia harus kuat dulu dirinya, untuk dia kuat dia harus dapat unsur dasar yaitu mencintai menghargai dirinya sendiri,” jelas Febria.
Lebih lanjut, Febria mengungkapkan bahwa jika ibu sudah bisa mencintai dirinya sendiri, maka hidupnya akan merasa lebih berharga dan seimbang. Dampaknya apa? Tentunya akan lebih optimal untuk menjalankan perannya sebagai ibu, istri, dan anggota masyarakat.
Ya Moms, self-love akan mempengaruhi harga diri dan kepercayaan ibu. Febria menjelaskan jika hal tersebut tidak diatasi, maka akan berdampak pada perkembangan dan kualitas diri anak.
“Kalau kita sebagai ibu tidak punya self-love yang tinggi, maka dampaknya adalah anak dan orang di sekitar juga akan merasa tidak mampu, akhirnya tidak mau mengembangkan diri,” jelas Febria.
Lalu, bagaimana cara meningkatkan self-love?
Jawabannya adalah 5K, yang terdiri dari:
Kontrol toxic-self atau hindari membandingkan pengasuhan Anda dengan orang tua lainnya.
Kelola emosi.
Kenali kelebihan dan keterbatasan diri.
Kembangkan potensi diri.
Komunikasi ke pasangan dan sekitar.
