Kumparan Logo

Moms, Yuk Hindari Kebiasaan Membiarkan Anak Dicium Orang Lain!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu mencium bibir anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu mencium bibir anak. Foto: Shutter Stock

Kasus 619 anak di Bantul yang positif TBC beberapa waktu lalu membuat banyak orang tua khawatir. Apalagi, kasus tersebut diduga terjadi karena anak-anak sering digendong dan dicium sembarangan oleh orang dewasa yang ditemuinya.

Namun perlu dipahami dulu, perilaku ini sebenarnya tidak semata-mata bisa menularkan TBC saja, tetapi juga virus atau penyakit lain yang mungkin dibawa orang dewasa itu sendiri, Moms. Oleh karenanya, menggendong dan mencium anak orang lain tanpa memperhatikan situasi dan kondisi sebenarnya bukanlah hal yang bijak.

Meski sering kali merasa tidak enak hati, orang tua perlu tegas untuk melarang orang dewasa menggendong atau mencium si kecil apabila Anda tidak berkenan, Moms.

Sebaliknya, Anda juga perlu berhati-hati dan tidak mudah meminta orang lain mencium atau menggendong si kecil, termasuk jika bertemu idola atau publik figur. Bila ingin mengabadikan momen langka bertemu publik figur, lebih baik berfoto bersama tanpa harus dicium.

Lantas, bagaimana cara menghindari semua kebiasaan itu?

Saran Dokter untuk Hindari Kebiasaan Membiarkan Anak Dicium Sembarangan

Ilustrasi ayah dan anak. Foto: Shutter Stock

Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Laktasi, dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC menjelaskan, ada banyak hal yang perlu diperhatikan orang tua agar anak terhindar dari paparan penyakit yang mungkin dibawa orang dewasa, salah satunya adalah menghindari kebiasaan dicium sembarangan.

“Cara menghindarinya yaitu tidak menawarkan atau menyuruh anak bersalaman, mencium, atau dicium orang lain,” kata dr. Wiyarni saat dihubungi kumparanMOM pada Senin (27/12).

Selain itu, dr. Wiyarni juga mengungkapkan tidak masalah bagi ibu dan ayah untuk berterus terang jika mereka tidak ingin anaknya disentuh atau dicium oleh orang lain yang ditemuinya. Jelaskan dengan baik dan sopan maksud dari larangan tersebut agar mereka tidak merasa tersinggung ya, Moms.

Ilustrasi anak bersama kakek dan nenek. Foto: Shutter Stock

Kemudian, sebisa mungkin membatasi bepergian membawa bayi dan anak kecil terutama di keramaian yang sekiranya tidak kondusif. Ini akan menurunkan risiko kontak erat antara anak-anak dan orang dewasa. Meski belum tentu mereka membawa virus atau penyakit, ini penting sebagai langkah pencegahan.

Anak-anak yang rentan tertular virus dan penyakit dari orang dewasa juga karena sistem imunnya yang lemah. Ini bisa disebabkan oleh imunisasinya yang belum lengkap, Moms.

“Jangan sampai melewatkan rekomendasi jadwal imunisasi dasar dan lanjutan, jika ada yang terlupa segera lakukan catch up!” pungkas dr. Wiyarni.

Dampak Psikologis Anak Dicium Sembarangan

Ilustrasi anak batuk. Foto: Shutter Stock

Selain berbahaya dari segi kesehatan, mencium anak orang lain dengan sembarangan juga berdampak pada sisi psikologis anak lho, Moms. Menurut psikolog anak dan remaja, Rizqina P. Ardiwijaya, M.Psi., anak-anak yang sensitif terhadap sentuhan bisa merasa tidak nyaman jika tiba-tiba dicium orang lain tanpa seizinnya. Selain itu, membiarkan anak dicium orang lain juga akan membuatnya sulit memahami batasan.

"Dan kalau kita sebagai orang tua mengizinkan anak dicium atau digendong dengan bebas oleh orang lain, anak akan kesulitan memahami batasan. Padahal, tidak semua orang itu aman untuk mencium atau menggendong anak kita," ungkap Rizqina saat dihubungi kumparanMOM pada Selasa (27/12).

Orang dewasa juga perlu paham bahwa anak memiliki hak atas tubuhnya. Jadi, orang dewasa harus lebih bijak tidak boleh memperlakukan anak-anak semaunya dengan bebas. Apabila ingin menyentuh anak, mintalah izin terlebih dahulu pada orang tuanya, atau kepada anaknya langsung jika ia sudah bisa diajak berkomunikasi dengan baik. Jangan lupa, perhatikan dulu kondisi diri sendiri apakah aman jika bersentuhan dengan anak-anak.

"Orang dewasa juga harus menyadari kondisi diri sendiri 'oh, aku habis dari luar tapi mau gendong anak bayi, kita bisa ganti baju atau cuci tangan' misalnya. Apalagi kalau sedang tidak enak badan, lebih baik menghindari," pungkas psikolog yang berpraktik di Rumah Dandelion itu.

kumparan post embed