Kumparan Logo

Mpok Alpa Meninggal, Ternyata Jalani Pengobatan Kanker Sejak Hamil Anak Kembar

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presenter Mpok Alpa saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Foto: Ronny/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presenter Mpok Alpa saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Foto: Ronny/kumparan

Komedian Nina Carolina atau dikenal dengan Mpok Alpa meninggal pada Jumat (15/8) pagi usai tiga tahun melawan sakit kanker yang dideritanya. Mpok Alpa meninggal di usia 38 tahun dengan meninggal suami dan empat anak, termasuk bayi kembarnya yang belum genap berusia satu tahun, Raffa dan Raffi.

Presenter Raffi Ahmad dan Irfan Hakim mengungkapkan kisah perjuangan Mpok Alpa untuk pengobatan sakit kankernya. Raffi mengungkapkan, Mpok Alpa meminta mereka untuk menyembunyikan sakitnya. Namun, belum diketahui jenis kanker apa yang diidap Mpok Alpa.

Irfan Hakim juga menceritakan sebenarnya Mpok Alpa sedang menjalani pengobatan penyakit kankernya sejak masih hamil anak kembarnya. Bahkan, Mpok Alpa disebut sempat berobat ke Malaysia.

"(Sakitnya) semenjak dari hamil. Dia hamil si kembar. Jadi apa itu, dia harus menjalani pengobatan, tapi mungkin memang tidak seberat penderita yang lainnya," ungkap Irfan dalam acara FYP, Jumat (15/8).

Setelah melahirkan bayi kembarnya, Mpok Alpa kembali melanjutkan pengobatan kankernya. Menurut Irfan, dosis obat untuk pengobatannya cukup keras.

"Setelah melahirkan baru dilakukan pengobatan yang cukup. Dosisnya cukup keras untuk penyakit ini," ucap Irfan.

kumparan post embed

Bagaimana Diagnosis dan Pengobatan Kanker pada Ibu Hamil?

Moms, diagnosis kanker selama kehamilan sebenarnya jarang terjadi, tapi bukan berarti tidak mungkin. Dikutip dari laman American Cancer Society, jenis kanker yang paling umum ditemukan selama kehamilan, seperti kanker payudara, serviks, tiroid, usus besar, ovarium, limfoma, hingga leukimia.

Biasanya, kanker saat kehamilan ditemukan ketika Anda menyadari terdapat benjolan, area nyeri, atau perubahan tubuh lainnya. Tetapi, ternyata mendeteksi kanker cenderung sulit ketika Anda sedang hamil. Karena ada kemungkinan perubahan tersebut disebabkan oleh kehamilan yang berjalan, seperti:

  • Payudara yang membesar akibat perubahan hormon selama kehamilan, atau apakah kanker payudara

  • Perdarahan yang disebabkan oleh sembelit selama kehamilan, tapi juga bisa tanda kanker usus besar atau rektum

  • Kelelahan atau merasa sangat lelah yang disebabkan perubahan hormon dan penambahan berat badan, atau pun anemia. Tetapi, anemia juga bisa menjadi tanda kanker darah

  • Pertumbuhan janin di dalam rahim membuat tumor ovarium jadi sulit dideteksi.

Karena berbagai tantangan ini yang membuat kanker lebih sulit terdeteksi selama kehamilan. Dan terkadang, kanker baru terdiagnosis pada stadium yang lebih lanjut.

Ilustrasi Ibu Hamil yang Mengidap Kanker Payudara. Foto: Aquarius Studio/Shutterstock

Bagaimana dengan pengobatannya?

Jika Anda didiagnosis kanker saat hamil, tujuan pengobatannya sama seperti jika Anda tidak hamil. Tujuan umum pengobatan kanker adalah untuk menyembuhkan kanker jika memungkinkan, atau mengendalikannya dan mencegah penyebarannya.

Namun, pilihan pengobatan kemungkinan akan lebih rumit bila ibu sedang hamil. Pilihan pengobatan kanker akan bergantung pada beberapa hal:

  • Jenis kanker

  • Ukuran dan lokasi tumor

  • Sejauh mana kanker menyebar

  • Usia kehamilan

  • Kesehatan umum secara keseluruhan

  • Preferensi pengobatan pribadi

Jadi, pengobatan kanker seperti yang diidap Mpok Alpa sebenarnya tetap bisa berlangsung, tetapi jenis dan waktu pengobatannya perlu disesuaikan kembali. Dan bahkan, bisa menjadi pilihan sulit ketika kanker sudah berada di stadium lanjut.

Berikut beberapa pengobatan kanker pada ibu yang sedang hamil:

1. Operasi

Secara umum, operasi kanker aman dilakukan pada waktu-waktu tertentu selama kehamilan

2. Kemoterapi

Kemoterapi memiliki efek samping yang terbatas bagi janin jika diberikan pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Namun, kemoterapi tidak aman dilakukan pada trimester pertama.

3. Terapi radiasi

Terapi pada area perut atau panggul di dekat janin tidak aman selama kehamilan, Moms. Namun, radiasi pada area yang lebih jauh dari area perut (misalnya leher) mungkin menjadi pilihan dalam kondisi khusus, di mana pelindung digunakan untuk melindungi janin.

4. Perawatan kanker lainnya

Mulai dari terapi hormon dan terapi obat, beberapa perawatan ini lebih mungkin membahayakan janin dan biasanya tidak diberikan selama kehamilan.

5. Imunoterapi

Belum jelas seberapa besar risiko imunoterapi terhadap janin saat ini. Penelitian lebih lanjut diperlukan di bidang tersebut.

Bisakah kanker menyebar sampai ke bayi di dalam kandungan? Dalam kasus yang sangat jarang, kanker bisa telah plasenta (organ yang menghubungkan ibu dengan janin) dan kemudian menyebar ke janin. Meskipun sangat jarang, hal ini paling sering terjadi pada melanoma kulit.