Musim Hujan Bikin Rumah Lembap? Ini Risiko dan Cara Mengatasinya

1 Januari 2026 14:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Musim Hujan Bikin Rumah Lembap? Ini Risiko dan Cara Mengatasinya
Rumah lembap bisa meningkatkan risiko kesehatan pada keluarga. Untuk mencegahnya, yuk lakukan tips ini agar rumah lebih sehat!
kumparanMOM
Ilustrasi tembok berjamur.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tembok berjamur. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Indonesia kini sudah mulai memasuki musim penghujan. Curah hujan yang tinggi kerap membuat udara di dalam rumah terasa lebih pengap dan lembap. Kondisi ini bukan hanya memengaruhi kenyamanan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan keluarga, terutama anak. Dikutip dari laman WebMD, rumah dengan tingkat kelembapan tinggi merupakan lingkungan ideal bagi jamur, tungau debu, dan alergen lain untuk berkembang. Paparan dalam jangka panjang dapat memicu gangguan pernapasan, alergi, hingga memperparah asma pada anak.
ADVERTISEMENT

Mengapa Rumah Lembap Perlu Diwaspadai?

Jamur dan tungau debu menyukai lingkungan yang lembap dan hangat. Saat jamur tumbuh di dinding, langit-langit, karpet, atau furnitur, spora jamur dapat menyebar ke udara dan terhirup oleh penghuni rumah. Pada anak, paparan ini bisa memicu batuk berkepanjangan, pilek berulang, hidung tersumbat, hingga napas berbunyi (mengi), terutama bagi anak dengan riwayat alergi atau asma. Selain itu, kelembapan tinggi juga membuat udara terasa lebih berat dan pengap sehingga kualitas udara di dalam rumah menurun.

Perlukah Jendela Dibuka saat Musim Hujan?

Ilustrasi membersihkan kaca jendela rumah. Foto: Shutter Stock
Ventilasi yang baik penting untuk mengurangi kelembapan di dalam rumah. Membuka jendela dapat membantu mengganti udara lembap di dalam ruangan dengan udara yang lebih segar dari luar, asalkan dilakukan pada waktu yang tepat. Waktu yang disarankan:
ADVERTISEMENT

Cara Lain Menjaga Rumah agar Tidak Lembap

1. Gunakan Exhaust Fan di Area Basah Gunakan exhaust fan di kamar mandi dan dapur untuk membuang uap air langsung ke luar rumah, terutama setelah mandi atau memasak. 2. Jaga Tingkat Kelembapan Ideal Tingkat kelembapan ideal di dalam rumah berada pada kisaran 30–50 persen. Kelembapan di atas angka tersebut dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur dan tungau debu. 3. Hindari Mengeringkan Pakaian di Dalam Rumah Pakaian basah yang dikeringkan di dalam rumah akan melepaskan uap air ke udara dan membuat ruangan semakin lembab. Jika terpaksa menjemur di dalam ruangan, pastikan ventilasinya baik. 4. Segera Keringkan Area yang Basah Lantai kamar mandi, dinding, atau jendela yang sering berembun sebaiknya segera dikeringkan. Permukaan yang terus lembap menjadi tempat favorit jamur untuk tumbuh.
ADVERTISEMENT