Normalkah Ibu Merasa Sedih saat Baru Punya Bayi?
ยทwaktu baca 2 menit

Melahirkan bayi yang lucu dan sehat setelah 9 bulan hamil adalah perubahan besar dalam hidup ibu yang disambut dengan penuh suka cita. Kondisi ini juga membawa begitu banyak perubahan baik secara fisik maupun emosional dan tidak selalu berjalan dengan mudah.
Ya Moms, saat bayi baru lahir, sangat wajar kok jika Anda merasakan naik turunnya emosi. Mengingat perubahan kondisi ini juga kerap kali disertai dengan ketidaktahuan, kelelahan, kurangnya bantuan atau support system, hingga menimbulkan stres. Mengutip Kids Health, jika tidak teratasi, kondisi ini bisa berujung pada baby blues.
Saat mengalami baby blues, Anda mungkin merasa bahagia di satu menit dan menangis atau kewalahan di menit berikutnya. Anda mungkin merasa marah, sedih, mudah tersinggung, atau putus asa. Merasa seperti ini bukan berarti Anda adalah orang tua yang buruk atau tidak menyayangi bayi, kok.
Perubahan suasana hati ini diyakini disebabkan oleh perubahan hormon yang terjadi pada tubuh ibu setelah melahirkan. Tingkat estrogen dan progesteron yang dibutuhkan selama kehamilan tiba-tiba turun sehingga menyebabkan perubahan suasana hati. Hal-hal lain - seperti kelelahan dan kurang tidur, misalnya - dapat menambah perasaan tersebut.
Kabar baiknya, baby blues biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari atau minggu, dan biasanya berhenti dengan sendirinya tanpa pengobatan medis.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Merasa Sedih saat Punya Bayi?
Jika Anda merasakan perubahan emosi yang intens atau baby blues, cobalah untuk menjaga diri Anda semaksimal mungkin. Makan makanan yang sehat dan istirahat sebanyak yang Anda bisa. Sebab kelelahan dan kurang tidur dapat memperkuat dan memicu perasaan sedih.
Berikut beberapa hal lain yang dapat membantu Anda merasa lebih baik:
Mintalah pertolongan, terutama pada hari-hari dan minggu-minggu pertama setelah kelahiran.
Biarkan keluarga dan teman membantu melakukan keperluan, belanja makanan, pekerjaan rumah tangga, atau mengasuh anak.
Biarkan seseorang menyiapkan makanan atau mengawasi bayi Anda saat Anda bersantai dengan mandi, mandi, atau tidur siang.
Istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi.
Bicaralah dengan orang terkasih atau ibu baru lainnya yang dapat membantu Anda merasa didukung dan mengingatkan Anda bahwa Anda tidak sendirian.
Jika baby blues berlangsung lebih dari satu atau dua minggu, atau jika gejalanya memburuk, bicarakan dengan dokter atau psikolog untuk mendiskusikan apakah depresi pascapersalinan mungkin menjadi penyebab rendahnya emosi Anda.
Yang paling penting, jangan melakukan self diagnose, ya. Jika Anda merasa butuh bantuan, segera hubungi ahli. Sebab seringkali ibu hanya merasa kelelahan dan butuh istirahat, bukan baby blues. Semangat ya, Moms!
