Nutrisi yang Bagus untuk Perkembangan Otak Bayi di Dalam Kandungan
ยทwaktu baca 2 menit

Otak tumbuh dan berkembang sejak si kecil masih bayi di dalam kandungan. Bahkan, perkembangan otak bayi bisa jadi sudah dimulai meski ibu belum ibu menyadari kehamilannya.
Mengutip Mom Junction, otak bayi mulai terbentuk sejak hari ke 17-30 setelah pembuahan. Otak merupakan salah satu organ paling kompleks di tubuh manusia karena berfungsi menafsirkan dan memproses informasi, kemudian mengirim sinyal untuk mengontrol semua fungsi tubuh.
Karena fungsinya yang begitu signifikan, asupan nutrisi yang cukup dan tepat selama kehamilan sangat berperan penting dalam perkembangan otak janin Anda, Moms.
"Nutrisi yang diterima anak di tahun-tahun awal kehidupan atau sejak di dalam kandungan memengaruhi perkembangan otak mereka untuk kehidupan yang sejahtera di masa depan," kata Penasihat Gizi Regional UNICEF Asia Timur dan Pasifik, Roland Kupka.
Lantas, apa saja nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak janin?
Nutrisi Penting untuk Dukung Perkembangan Otak Bayi
Asam folat
Asam folat atau vitamin B9 membantu mencegah cacat tabung saraf (NTDs), yang merupakan cacat lahir pada otak dan sumsum tulang belakang seperti spina bifida. Ibu hamil membutuhkan 600 mcg asam folat setiap harinya untuk mendukung perkembangan otak janin.
Asam lemak omega-3
Asam lemak omega-3 adalah bahan pembangun otak dan retina janin. Ibu hamil bisa mendapatkan asupan nutrisi tersebut dari makanan laut, kacang-kacangan, minyak kedelai, minyak ikan cod, telur, serta susu dan produk olahannya.
Kendati demikian, beberapa makanan laut mengandung merkuri yang bisa saja membahayakan kehamilan. Oleh karena itu, ibu hamil perlu berhati-hati dalam memilih makanan laut untuk dikonsumsi. Selain itu, perlu juga untuk membatasi konsumsinya maksimal dua kali dalam seminggu.
Yodium
Mengutip The American College of Obstetricians and Gynecologists, penting bagi ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan harian yodium sebanyak 220 mcg setiap hari untuk perkembangan otak janin yang sehat. Ini bisa diperoleh dari beberapa bahan makanan seperti, daging, telur, produk susu, serta garam beryodium.
Menurut UNICEF, kekurangan yodium adalah penyebab utama kerusakan otak anak. Asupan yodium yang tidak mencukupi selama kehamilan dan masa bayi bisa menyebabkan masalah neurologis dan kejiwaan, serta mengurangi 8-9 persen dari tingkat kecerdasan anak.
