Kumparan Logo

Nyeri Punggung di Trimester Ketiga Makin Mengganggu, Ini Penyebabnya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nyeri Punggung di Trimester Ketiga Makin Mengganggu, Ini Penyebabnya. Foto: Nemer-T/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Nyeri Punggung di Trimester Ketiga Makin Mengganggu, Ini Penyebabnya. Foto: Nemer-T/Shutterstock

Memasuki trimester ketiga, banyak ibu hamil mulai mengeluhkan nyeri pinggang atau sakit pada punggung yang semakin mengganggu. Keluhan ini umumnya muncul saat berdiri terlalu lama, berjalan, atau menjelang malam hari.

Meski sering dianggap sebagai bagian normal dari kehamilan, kondisi ini tetap perlu dipahami agar dapat ditangani dengan cara yang tepat.

Kenapa Nyeri Punggung Makin Terasa Mengganggu di Trimester Ketiga?

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Indra Tarigan, Sp.OG, menjelaskan, nyeri punggung pada trimester ketiga terjadi karena tubuh ibu harus menopang beban yang semakin besar seiring bertambahnya usia kehamilan.

Ilustrasi Ibu Hamil Besar Foto: Shutterstock

Menurutnya, pertumbuhan janin membuat titik berat tubuh bergeser ke depan sehingga otot punggung harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan tubuh. Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan juga turut berperan.

"Hormon kehamilan yang membuat sendi-sendi dan ligamen menjadi lebih longgar. Sebenarnya hormon ini diproduksi untuk tujuan persiapan persalinan, jadi itu normal,” ujar dr. Indra kepada kumparanMOM, Senin (13/7).

Cara Aman Mengurangi Nyeri Punggung saat Hamil

Nyeri Punggung Saat Hamil Foto: Thinkstock

Meski umum terjadi, nyeri punggung dapat dikurangi dengan beberapa kebiasaan sederhana yang aman dilakukan selama kehamilan.

-Menjaga postur tubuh tetap tegak

dr. Indra menyarankan ibu hamil untuk menjaga postur tubuh tetap tegak dan menghindari kebiasaan membungkuk. Postur yang baik dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada tulang belakang.

-Menghindari duduk atau berdiri terlalu lama

Ibu hamil juga sebaiknya tidak duduk atau berdiri terlalu lama. Jika sudah lama berdiri, usahakan duduk atau berbaring sejenak. Sebaliknya, jika terlalu lama duduk, sempatkan berdiri dan berjalan agar otot tidak tegang.

-Tidur miring dengan bantal di antara kedua lutut

Ibu hamil tidur. Foto: Shutterstock

Untuk mengurangi tekanan pada punggung saat beristirahat, ibu hamil dianjurkan tidur miring dengan bantal yang diselipkan di antara kedua lutut.

-Melakukan olahraga ringan atau senam hamil sesuai anjuran

Olahraga ringan atau senam hamil sesuai anjuran dokter juga dapat membantu memperkuat otot dan mengurangi keluhan nyeri punggung maupun pinggang selama kehamilan.

-Menggunakan alas kaki yang nyaman dan tidak berhak tinggi

Tak kalah penting, pilih alas kaki yang nyaman dan hindari penggunaan sepatu berhak tinggi. Menurut dr. Indra, sepatu hak tinggi dapat menambah beban pada tulang belakang, punggung, betis, dan kaki sehingga keluhan nyeri bisa semakin berat.

“Dan bisa juga dibantu untuk mengurangi keluhan itu dengan melakukan kompres hangat pada area yang nyeri kalau memang diperlukan,” imbuhnya.

Ilustrasi Ibu Hamil Nyeri Pinggang Foto: Thinkstock

Kapan Ibu Hamil Harus Segera ke Dokter?

Meski nyeri punggung umumnya normal pada trimester ketiga, dr. Indra mengingatkan agar ibu hamil segera mencari pertolongan medis bila keluhan disertai tanda bahaya.

"Jika nyerinya sangat hebat, kemudian disertai dengan demam, keluar darah, atau pun air-air, atau ada kontraksi yang semakin lama semakin teratur, itu merupakan tanda sesuatu yang harus segera datang ke dokter,” pungas dr.Indra.

Selain itu, ibu hamil juga disarankan menghindari mengangkat beban yang terlalu berat dan membungkuk secara tiba-tiba. Jadi, dengan menjaga postur tubuh, tetap aktif bergerak, dan mengenali tanda bahaya, keluhan nyeri punggung selama trimester ketiga umumnya dapat dikelola dengan lebih baik ya, Moms.

kumparan post embed