Kumparan Logo

Obat Alami yang Bisa Jadi Pengganti Viagra, Ada Enggak Ya? Ini Kata Dokter

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Obat viagra. Foto: PublicDomainPictures via pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Obat viagra. Foto: PublicDomainPictures via pixabay

Hubungan seks yang memuaskan, tentu jadi dambaan setiap pasangan suami istri. Tidak heran bila sampai ada yang merasa perlu mengonsumsi obat atau suplemen tertentu agar bisa 'bertahan' lebih lama. Viagra misalnya.

Viagra yang juga dikenal dengan istilah pil biru memang banyak digunakan sebagai obat disfungsi ereksi. Sayangnya, viagra juga dikenal punya potensi risiko atau efek samping yang cukup tinggi.

kumparan post embed

Mengutip Medical News Today, salah satu efek samping viagra adalah menurunkan suplai darah ke saraf optik, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan mendadak.

Lantas adakah obat alami atau herbal yang lebih aman namun bisa jadi pengganti viagra?

Kata Dokter Tentang Obat Alami Pengganti Viagra

Kata Dokter Tentang Obat Alami Pengganti Viagra Foto: derneuemann via pixabay

Dr.Andrew Weil M.D, profesor kedokteran klinis sekaligus Direktur Program dalam Pengobatan Integratif di Universitas Arizona, Amerika Serikat menjelaskan, tak ada satu pun obat alami atau herbal yang dapat ia rekomendasikan untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi atau untuk menggantikan viagra.

Seperti dikutip dari Prevention, Dr.Weil menjelaskan memang ada beberapa tanaman seperti ginseng, ashwagandha (sejenis gingseng dari India), dan ginkgo (pohon rambut gadis) yang dikenal dapat meningkatkan gairah dan energi seksual. Namun menurutnya, belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat untuk memastikan kemanjurannya.

kumparan post embed

Bila hendak mencari pengganti atau alternatif viagra, yang paling mungkin adalah menggunakan obat yang bernama Cialis dan Levitra. Namun keduanya bukan obat alami atau herbal.

Lebih lanjut dr.Weil memaparkan, obat-obatan ini, menghambat fosfodiesterase, meningkatkan efek oksida nitrat, bahan kimia yang melemaskan otot-otot di penis, meningkatkan aliran darah yang diperlukan untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Keduanya umumnya aman dan efektif, meskipun ada laporan efek samping, termasuk perubahan penglihatan dan pendengaran, kemerahan pada wajah, dan sakit kepala.

Selain itu kita perlu tahu, obat-obatan penghambat fosfodiesterase tidak disarankan untuk pria yang mengkonsumsi obat seperti obat nitrat, antikoagulan, atau penghambat alfa, karena kemungkinan interaksi. Jadi sebelum menggunakan atau membelinya, ingatkan lah suami untuk teliti dan berhati-hati.

Saran Dokter Tentang Disfungsi Ereksi

Ilustrasi dokter Foto: Pixabay

Di samping penggunaan viagra atau obat sejenisnya, yang juga penting untuk diingat bahwa disfungsi ereksi tidak selalu merupakan masalah fisik. Dr.Weil mengatakan, disfungsi ereksi sering kali justru disebabkan oleh depresi, stres, dan kecemasan yang tidak diobati.

Itu lah kenapa, meski bisa saja meresepkan viagra kepada pria yang membutuhkannya tetapi umumnya dokter akan cenderung menyarankan pasien untuk menjaga gaya hidup yang mendukung kesehatan seksual.

kumparan post embed

Seperti apa contohnya? Hindari alkohol, hindari rokok dan berusaha lah mencegah penyakit jantung serta diabetes. Karena menurut Dr.Weil, keempat hal ini dapat mengganggu aliran darah ke alat kelamin pria.

Apa lagi?

"Rajin berolahraga untuk meningkatkan aliran darah, mengurangi stres, menjaga suasana hati misalnya dengan memiliki hobi," tutupnya.

kumparan post embed