Kumparan Logo

Orang Tua Harap Waspada, Omicron BA.4 dan BA.5 Juga Menyerang Anak-anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak memakai masker Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak memakai masker Foto: Shutterstock

Para orang tua yang memiliki anak-anak harap waspada karena kasus COVID-19 di Indonesia sedang kembali meningkat. Apalagi, saat ini tengah muncul subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang disebut-sebut lebih menular dari varian Omicron sebelumnya, serta bisa lolos perlindungan kekebalan (immune escape).

Ya Moms, hingga saat ini, total sudah terdeteksi 57 orang yang terinfeksi Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia. 9 dari 57 orang yang terinfeksi di antaranya adalah anak-anak.

"Subvarian ini 8-9 persen menyerang anak-anak, ini yang kita khawatirkan," kata Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P(K), dalam konferensi pers bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) beberapa waktu lalu.

Menurut dr. Erlina, anak-anak yang positif Omicron teranyar ini kebanyakan tidak bergejala. Ada juga yang bergejala ringan, namun tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Meski gejalanya relatif ringan, perlu pencegahan sedini mungkin agar anak-anak terhindar dari risiko terjangkit COVID-19. Apalagi, si kecil masih cukup rentan karena anak-anak di bawah usia 6 tahun belum mendapatkan vaksinasi corona.

Antisipasi Omicron BA.4 dan BA.5 saat Tahun Ajaran Baru

Ilustrasi keluarga menggunakan masker. Foto: Shutter Stock

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya mengungkapkan kemungkinan puncak kasus COVID-19 di Indonesia akan kembali mencapai puncaknya pada pertengahan Juli 2022. Prediksi lonjakan kasus tersebut bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru dan anak-anak kembali ke sekolah.

dr. Erlina mengimbau para orang tua untuk mengingatkan anak-anaknya memperketat lagi protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai pada Juli mendatang. Ingatkan agar anak selalu memakai masker saat berada di dalam kelas dan rajin mencuci tangan.

"Akhir Juli itu tahun ajaran baru, kita harus melindungi anak-anak. Ingin prokes lebih didisiplinkan lagi di sekolah-sekolah, dan cakupan vaksin pada anak-anak diupayakan lebih tinggi," tegas dr. Erlina.

Selain itu, ia berpesan kepada para orang tua apabila si kecil mengalami gejala batuk, pilek, flu atau sakit tenggorokan untuk segera diperiksakan ke dokter. Ia juga meminta tracing, swab antigen atau tes PCR kembali digencarkan apabila ada orang-orang di sekitar anak yang positif COVID-19.

kumparan post embed