Kumparan Logo

Panduan Kembali Bekerja dengan Nyaman Usai Mengalami Keguguran

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Panduan Kembali Bekerja dengan Nyaman Usai Mengalami Keguguran. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Panduan Kembali Bekerja dengan Nyaman Usai Mengalami Keguguran. Foto: Shutterstock

Tidak mudah bagi setiap wanita yang kehamilannya mengalami keguguran. Bagi beberapa wanita, kondisi ini bisa membuat hidup terasa lebih sulit diterima dan membutuhkan waktu untuk kembali ke kehidupan 'normal'-nya. Termasuk untuk kembali bekerja setelah mengalami duka kehilangan bayi.

Sejumlah perusahaan saat ini telah memberikan hak cuti keguguran yang bisa digunakan untuk memulihkan kondisi sang ibu. Namun beberapa orang pun juga ada yang siap kembali bekerja lebih awal. Ya, semua itu tergantung pada kondisi kesiapan masing-masing. Dan saat harus kembali bekerja lagi, bukan tidak mungkin Anda akan menghadapi berbagai respons dari teman kantor tentang kondisi yang dialami.

Bersiap Kembali Bekerja Setelah Alami Keguguran

1. Pastikan Kesiapan Diri

Ilustrasi perempuan bekerja seharian di kantor Foto: Shutterstock

Mengutip Very Well Family, Anda harus memastikan sudah benar-benar pulih sebelum akhirnya memutuskan kembali bekerja ya, Moms. Sebab, banyak wanita yang baru mengalami keguguran terlihat fisiknya baik-baik saja, namun tidak secara mental atau emosional.

2. Bicarakan Kondisi dengan Rekan Kerja dan Atasan

Anda bisa memanfaatkan waktu cuti keguguran yang diberikan untuk berduka dan memulihkan diri. Bila perlu waktu lebih lama, cobalah untuk komunikasikan keinginan tersebut dengan atasan. Ya Moms, sangat penting untuk membicarakan kondisi Anda kepada atasan tentang kesiapan secara fisik dan emosional untuk kembali bekerja. Sehingga setelah masuk kantor lagi, Anda bisa kembali bekerja dengan maksimal.

Jika membutuhkan dukungan ekstra dari kantor, Anda bisa mendiskusikannya dengan atasan. Misalnya, mungkinkah ada pendampingan psikolog atau kesempatan untuk bekerja dari rumah dulu.

3. Tak Wajib untuk Bagikan Kisah Keguguran

Ilustrasi perempuan berdiskusi di kantor. Foto: Shutterstock

Penelitian menunjukkan respons paling umum orang-orang saat mengetahui rekannya keguguran adalah berusaha menghindari omongan tersebut. Diharapkan dengan cara ini, wanita yang baru saja mengalami keguguran terasa tetap diterima oleh orang-orang di sekelilingnya setelah duka yang dialami.

Ya Moms, tidak ada kewajiban untuk membagikan musibah yang dialami dan itu sesuai kenyamanan masing-masing. Anda tetap bisa menceritakannya, namun bila memutuskan untuk tak ingin menyinggungnya lagi itu pun hak pribadi.

4. Hindari Sementara Informasi soal Kehamilan atau Bayi Baru Lahir

Dilansir laman Miscarriage Association UK, ada beberapa wanita yang mungkin akan lebih sulit menerima apabila ada rekan kerjanya yang mengumumkan sedang hamil. Apalagi, tidak sedikit orang yang mempublikasikan kehamilannya lewat media sosialnya.

kumparan post embed

Apabila mengalami kondisi ini, Anda bisa melakukan penyesuaian seperti menghindari pembicaraan tentang hamil untuk sementara waktu, menghindari kontak dengan teman yang sedang hamil atau bayi baru lahir, atau bahkan rehat dari media sosial untuk sementara waktu.

5. Tentukan Hal-hal yang Membuat Nyaman di Kantor

Nah, setelah sudah siap bekerja lagi, jangan lupa untuk mengatur kembali pekerjaan secara bertahap. Mulailah dengan membuat daftar tugas apa saja yang perlu dikerjakan untuk memastikan kerjaan sesuai pada jalurnya. Dan terakhir, pilihlah rekan-rekan kantor yang bisa menjadi sumber dukungan dan tempat curhat, agar Anda tak perlu memendam perasaan duka itu sendiri secara terus-terusan.