Kumparan Logo

Tips Jaga Kesehatan Mental Ibu agar Tetap Semangat saat Bekerja

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tips Jaga Kesehatan Mental Ibu agar Tetap Semangat saat Bekerja. Foto: fizkes/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Tips Jaga Kesehatan Mental Ibu agar Tetap Semangat saat Bekerja. Foto: fizkes/Shutterstock

Sebagai ibu bekerja, terkadang tidak mudah untuk membagi waktu dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan urusan kantor. Ya Moms, kewalahan dalam membagi tugas, tak jarang bisa berpengaruh pada kesehatan mental ibu. Beberapa ibu bahkan mungkin berpikir untuk resign saja demi menjaga kesehatan mentalnya.

Ya Moms, ada banyak sekali alasan seseorang memutuskan untuk berhenti bekerja. Sebuah survei yang diadakan American Psychological Association pada 2021 mengungkapkan hampir dua pertiga responden yang bekerja di rumah selama pandemi merasa kesepian, dan 17 persen respon menyatakan mereka merasakan terisolasi sepanjang waktu.

"Seseorang dapat memilih untuk resign juga karena diremehkan atasan, ketidakseimbangan pekerjaan dan kehidupan, politik, intimidasi dan gosip di tempat kerja, tuntutan pekerjaan yang tinggi, kurangnya kebebasan menyatakan pendapat dan dukungan sosial yang terbatas di tempat kerja," kata Psikiater Dr. Leela R. Magavi, dikutip dari Very Well Mind.

Ilustrasi ibu bekerja stres. Foto: Shutterstock

Sementara itu, Psikolog Klinis di Lenox Hill Hospital Naomi Torres-Mackie, PhD, mengungkapkan tanda-tanda Anda perlu resign dari pekerjaan karena berdampak buruk pada kesehatan mental. Ya Moms, keputusan untuk berhenti bekerja memang bisa jadi pilihan bila memang sudah mengganggu kesehatan mental.

"Anda jadi takut pergi bekerja, mudah lelah dan marah, berkurangnya motivasi dan kurang tidur karena stres kerja menjadi tanda-tanda bekerja telah memberikan dampak buruk ke kesehatan mental," tutur Torres-Mackie.

Pertimbangan Sebelum Resign karena Alasan Kesehatan Mental

Pertimbangan Sebelum Resign karena Alasan Kesehatan Mental. Foto: Shutter Stock

Dalam beberapa kasus, cukup sulit ketika harus resign karena kebutuhan finansial maupun sosial. Oleh karena itu, Magavi menyarankan untuk mempertimbangkan beberapa hal sebelum membuat keputusan. Diskusikanlah dengan suami dan anggota keluarga tentang opsi resign, tetap bertahan atau segera mencari pekerjaan baru.

Selain itu, Anda pun perlu jujur dengan perasaan sendiri apakah keinginan resign hanya karena lelah bekerja sehingga hanya perlu mengambil cuti, atau memang sudah waktunya resign karena sering merasa stres dan kesehatan mental pun terganggu.

"Kesehatan mental layak untuk diperhitungkan dan didiskusikan, pastikan untuk memiliki rencana finansial dan konseling jika sudah mantap berhenti bekerja," ucap Konselor Kesehatan Mental, Kally Doyle.

Jika Tidak Bisa Resign, Apa yang Perlu Dilakukan?

Jika Tidak Bisa Resign, Apa yang Perlu Dilakukan? Foto: Shutterstock

Nah Moms, beberapa pekerja pun akhirnya memutuskan tidak jadi resign karena berbagai faktor. Karena Anda tetap harus melanjutkan pekerjaan, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar tetap beraktivitas secara positif:

  • Buat daftar afirmasi positif tentang diri setiap pagi.

  • Ambil napas dalam-dalam sebelum memulai hari.

  • Jangan terlalu sibuk dan sempatkanlah beristirahat.

  • Bersyukur pada orang-orang yang terus mendukung Anda.

  • Melakukan rekreasi atau me time untuk menghindari stres.

  • Beri batasan dengan pekerjaan, misalnya setop melihat notifikasi pekerjaan sebelum tidur.

  • Lakukan rutinitas yang bisa membuat Anda bersemangat memulai pekerjaan.

  • Perluas koneksi dengan rekan kerja.

  • Pikirkan tentang cara Anda dapat menemukan makna yang lebih besar dalam pekerjaan.

  • Fokus pada orang dan aktivitas yang disukai.

kumparan post embed