Kumparan Logo

Panduan Keselamatan Berenang Bagi Bayi dan Balita

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak bayi berenang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bayi berenang. Foto: Shutterstock

Berenang menjadi salah satu olahraga yang digemari banyak kalangan, baik orang dewasa, anak-anak, hingga bayi. Apalagi di tengah cuaca panas ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, berenang kerap jadi pilihan favorit.

Tak hanya segar dan menyenangkan, berenang juga memiliki segudang manfaat lain. Bagi bayi, misalnya, berenang bisa melatih koordinasi dan keseimbangan tubuh, memperkuat otot, meningkatkan fungsi kognitif, hingga mengurangi risiko tenggelam. Manfaat yang sama juga dirasakan orang dewasa, termasuk menjaga kesehatan jantung dan paru, mengatasi saraf kejepit, mengurangi nyeri sendi, mencegah insomnia, dan masih banyak lagi.

Sayangnya berenang bisa jadi berbahaya jika tidak dilakukan secara tepat. Bahkan menurut laman Children's National, berenang merupakan salah satu penyebab utama kematian anak di Amerika. Rata-rata angka kematiannya mencapai 800 kasus per tahun!

Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memahami standar keselamatan berenang. Nah agar lebih jelas, yuk simak uraian berikut ini.

kumparan post embed

Tips Agar Bayi dan Balita Aman saat Berenang

dr. Joanna Cohen, seorang dokter yang bertugas di Unit Gawat Darurat (IGD) Children's National, merilis panduan keselamatan berenang untuk masing-masing usia berbeda. Namun yang pasti, bayi dan balita adalah kelompok yang berisiko paling tinggi mengalami tenggelam saat berenang. Berikut cara pencegahannya:

Bayi (usia 0-1 tahun)

Ilustrasi anak bayi berenang. Foto: Shutterstock

dr. Cohen menyebut, bayi bisa tenggelam bahkan hanya karena satu inci air. Kebanyakan bayi tenggelam terjadi di bak mandi. Untuk mencegahnya, pahami beberapa hal berikut:

- Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian di bak mandi, bahkan semenit pun! Bahkan pelampung leher bayi tidak dapat mencegahnya tenggelam, Moms. Pelampung leher juga tidak direkomendasikan untuk digunakan karena justru berisiko membuat bayi tercekik.

- Kosongkan semua ember atau wadah lain dari cairan.

- Tutup pintu kamar mandi dan pasang kenop pintu untuk mencegah anak keluar dari kamar mandi.

- Jangan lupa pastikan kloset selalu tertutup.

kumparan post embed

Balita (1-5 tahun)

Moms, balita adalah kelompok yang paling berisiko tinggi tenggelam di kolam renang. Untuk mencegahnya, lakukan beberapa hal ini:

- Awasi balita dengan cermat karena mereka sering pergi tanpa sepengetahuan orang tua.

- Balita juga dapat dengan mudah masuk ke kolam renang tanpa suara.

Ilustrasi anak berenang. Foto: Shutterstock

Selain itu, Komisi Keamanan Produk Konsumen (CPSC) AS, memberikan pedoman ini:

- Jauhkan anak-anak dari saluran pembuangan kolam, pipa, dan bukaan lainnya untuk menghindari jebakan.

- Siapkan telepon di dekat Anda saat Anda atau keluarga menggunakan kolam renang atau spa.

- Jelaskan instruksi keselamatan dengan keluarga, teman, dan tetangga.

- Ajari anak dasar-dasar keselamatan saat berada di dalam air.

- Pelajari cara berenang dan ajari anak Anda cara berenang.

- Pelajari cara melakukan CPR pada anak-anak dan orang dewasa, dan perbarui keterampilan tersebut secara teratur.

- Pahami dasar-dasar penyelamatan jiwa sehingga Anda dapat membantu dalam keadaan darurat di kolam renang.