Parenting Islami: Hukum Memanjakan Anak dalam Islam

Kebahagiaan anak adalah dambaan bagi setiap orang tua. Setuju kan, Moms? Ya, sebagian besar orang tua rela berkorban melakukan hal apa pun demi membahagiakan anak-anak mereka.
Namun ada salah satu hal yang mungkin dilupakan oleh beberapa orang tua, yaitu mereka selalu menuruti segala kemauan anak. Padahal, tak seharusnya semua hal tersebut dilakukan. Sehingga, ada anggapan yang mengatakan bahwa bila orang tua selalu menuruti kemauan anak dapat membuat si kecil jadi ketergantungan dan lambat laun membuat dirinya menjadi anak manja atau anak yang selalu dimanjakan oleh orang tuanya.
Tapi sebenarnya, apakah dalam Islam ada istilah 'anak manja' ya, Moms? Coba kita simak penjelasan dari ustaz berikut, yuk!
Penjelasan Ustaz soal Istilah 'Anak Manja'
Menurut Ustaz Rikza Maulan, Lc., M.Ag, sebenarnya tidak ada istilah anak manja dalam Islam, Moms. Sebab, konsep anak dalam Islam adalah sebagai amanah dan titipan Allah SWT yang harus dibina dan dididik dengan sebaik mungkin.
Kendati demikian, ada fase di mana orang tua harus bersikap atau seolah memperlakukan anak seperti seorang raja. Namun, hal ini pada dasarnya kembali lagi karena kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya.
"Fase tersebut adalah fase kanak-kanak. Karena segala sesuatu dalam kehidupan orang tua umumnya adalah untuk anaknya," kata Ustaz Rikza kepada kumparanMOM.
Orang Tua Tak Boleh Berlebihan dalam Menuruti Kemauan Anak
Tapi, masih kata Ustaz Rikza, jangan sampai rasa kasih sayang atau cinta orang tua kepada anaknya membuat mereka jadi berlebihan dalam menuruti segala kemauan si kecil. Sehingga, hal inilah yang menimbulkan istilah terlalu memanjakan anak.
Adapun dalam pendidikan Islam, tentunya ada batasan bagi orang tua dalam menuruti keinginan anak, Moms. Ustaz yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah tersebut menjelaskan bahwa hanya hal-hal atau keinginan anak yang positif dan sesuai dengan ajaran agama Islam serta berisi muatan pendidikan yang baik, yang boleh dipenuhi. Misalnya, bersedekah atau beramal kepada orang yang tidak mampu. Sedangkan keinginan anak yang berpotensi pada hal-hal negatif harus diarahkan ke arah yang positif.
"Sebagai contoh, dalam menuruti keinginan anak untuk menonton TV atau menyaksikan konten YouTube, orang tua wajib mengarahkan keinginan anak-anaknya sehingga acara yang dilihatnya adalah yang baik dan bermanfaat saja. Itupun perlu ada batasan waktu agar tidak berlebihan dalam menonton," ujarnya.
Jadi, memanjakan anak dalam artian mengikuti segala keinginan anak, Ustaz Rikza berpendapat bahwa hal tersebut lebih baik tak dilakukan oleh orang tua. Ada baiknya, orang tua dapat mengarahkan anak ke arah yang lebih baik, yang mungkin saja belum dimengerti oleh si kecil.
"Jika dipahami memanjakan anak dalam arti memberikan kasih sayang terbaik, pendidikan terbaik, nutrisi terbaik, lingkungan terbaik, dan dari masa depan terbaik dunia dan akhirat, maka tentu sangat dianjurkan. Wallahu A'lam," tutupnya.
