Kumparan Logo

Pelayanan Kesehatan yang Bisa Didapat Anak di Bidan

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pelayanan kesehatan yang dilakukan bidan pada anak, salah satunya adalah imunisasi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelayanan kesehatan yang dilakukan bidan pada anak, salah satunya adalah imunisasi. Foto: Shutterstock

Tak semua ibu membawa anak ke dokter saat sakit. Beberapa ibu, ada yang lebih mempercayakan pengobatan anak ke bidan. Ya Moms, selain urusan kehamilan dan persalinan, banyak ibu yang juga datang ke bidan saat anaknya sakit. Alasannya karena lebih dekat dari rumah atau bisa saja karena lebih murah dibandingkan pergi ke rumah sakit.

Menurut Ikatan Bidan Indonesia, bidan sebenarnya merupakan tenaga medis profesional yang bertanggung jawab sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan, asuhan, dan nasihat selama masa hamil, persalinan, dan nifas. Meski sebagian besar tugas bidan adalah merawat ibu, tapi dalam skala kecil, bidan bisa memberikan asuhan pada bayi baru lahir, dan kesehatan anak balita, Moms.

Lantas, apa saja yang pelayanan kesehatan yang bisa didapat anak dari bidan? Bidan Sri Ganeviati, S.SIT, koordinator bagian kebidanan (RN) Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta, mengatakan bidan sebenarnya merupakan lini paling bawah dalam ranah kesehatan. Pemberian pelayanan kesehatan untuk anak pun tidak terlalu intens seperti dokter.

Ilustrasi bidan. Foto: Shutterstock

"Biasanya kami memberikan imunisasi pada anak, mulai dari hepatitis B, vaksin polio 3 kali, dan vaksin campak. Itu yang wajibnya yang biasa kami berikan pada anak. Kalau untuk bayi, biasanya kami berikan perawatan edukasi tali pusar, ASI eksklusif, dan Inisasi Menyusu Dini (IMD) selama 6 bulan," kata Sri saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (2/10).

Ia juga menambahkan, bidan juga masih bisa menangani penyakit-penyakit ringan yang menyerang anak, misalnya demam. Jika demam yang diderita anak tidak terlalu parah, bidan masih bisa memberikan resep sederhana seperti puyer. Namun jika gejala penyakit yang diderita anak sudah gawat, bidan bisa merujuk ke puskesmas atau dokter anak.

"Konseling di kami ada batasannya, kami biasanya menangani bayi atau anak yang sehat saja. Tapi kalau sudah darurat, masih bisa ditangani jika tahu penyebabnya. Apakah karena dehidrasi atau sakit yang sudah lama. Kami biasanya hanya memberikan obat penurun panas biasa. Bila sudah parah, kita wajib merujuk ke dokter anak," ujarnya.

Ibu yang bingung memilih pergi ke dokter atau bidan. Foto: Shutterstock

Sri memahami, banyak ibu yang lebih memilih bidan untuk merawat anaknya karena Indonesia masih menganut budaya ketimuran dan masih menganggap beberapa kasus tabu. Sehingga mereka merasa lebih nyaman berkonsultasi dengan bidan yang notabene adalah perempuan karena dianggap bisa mengerti ibu.

"Iya wajar kalau banyak orang tua atau ibu yang pergi ke bidan, karena sulit terbuka dan tidak nyaman kalau bicara dengan dokter pria misalnya. Tapi tetap saja, harus dipahami, bidan itu merupakan lini terbawah dalam tenaga medis, kemampuannya ya normal saja. Kalau ada kelainan pada anak lebih baik, menemui dokter spesialis," tutup Sri.