Penis Bayi Keluar Cairan Mirip Lemak Berwana Putih, Normal Enggak Sih?
ยทwaktu baca 2 menit

Punya bayi laki-laki jadi dambaan banyak orang tua. Tapi setelah sang jagoan cilik lahir ke dunia, tak sedikit orang tua yang kebingungan merawatnya. Misalnya saat harus membersihkan penis bayi. Ibu tidak mengerti caranya, begitu juga dengan ayah karena penis si kecil tak sama dengan yang dimilikinya.
Bagaimana dengan Anda Moms, apakah mengalaminya juga? Bila ya, rasanya bingung campur lucu, ya!
Tapi kembali ke soal membersihkan penis bayi, hal ini sangat penting, lho! Antara lain karena penis bayi masih memiliki kulup atau kelopak kulit yang menutupi ujung penis bayi.
Beberapa masalah dapat terjadi pada kulup penis, salah satunya adalah smegma. Apa maksudnya?
Smegma, Cairan Mirip Lemak Berwarna Putih dari Penis Bayi
Medical News Today melansir, smegma adalah zat alami yang ditemukan pada alat kelamin bayi laki-laki. Pada bayi laki-laki, smegma berasal dari cairan mirip lemak berwarna putih yang dikeluarkan oleh kulup.
Selain itu, smegma juga bisa berasal dari sel-sel kulit mati dan kelembaban di area penis. Sebenarnya, smegma bukan merupakan hal perlu dikhawatirkan. Tapi jika dibiarkan menumpuk, smegma bisa saja mengeras kemudian menimbulkan bau dan menyebabkan infeksi pada alat kelamin si kecil.
Orang tua juga perlu memahami, terkadang smegma dapat berkembang menjadi benjolan putih berbentuk mutiara di bawah kulup dan menimbulkan rasa sakit, yang merupakan gejala infeksi. Oleh sebab itu, ibu perlu untuk membersihkan penis bayi setiap harinya untuk menghindari penumpukan smegma.
Cara Membersihkan Smegma pada Bayi Laki-laki
Mengutip Very Well Family, area kulup juga perlu dibersihkan dengan saksama setiap kali mengganti popok bayi. Caranya, gunakan kapas yang dibasahi dengan air hangat untuk membersihkan seluruh area penis bayi, termasuk lipatan kulup. Usapkan kapas basah dengan lembut untuk mengangkat smegma yang menempel pada kulup.
Lakukan ini dengan sangat hati-hati ya, Moms. Apabila terlalu kasar mengusap kulup, dikhawatirkan akan menimbulkan rasa sakit, kulup terluka, robekan hingga pendarahan.
Penulis: Hutri Dirga Harmonis
