Kumparan Logo

Penjelasan Mengenai Imunisasi Varisela pada Anak

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi imunisasi anak. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi imunisasi anak. Foto: Shutter Stock

Beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua setelah bayi lahir adalah memantau tumbuh kembang si kecil dan memberikan imunisasi. Ada 15 imunisasi yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk diberikan pada bayi, salah satunya adalah imunisasi varisela.

Apa itu imunisasi varisela? Apa saja yang perlu diketahui orang tua tentang imunisasi tersebut? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Moms.

Penjelasan Seputar Imunisasi Varisela

Ilustrasi anak imunisasi. Foto: Shutter Stock

Apa itu Imunisasi Varisela?

Imunisasi varisela merupakan bentuk pencegahan terhadap penyakit cacar air yang disebabkan oleh varicella-zoster (VZV). Mengutip laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit tersebut dapat menimbulkan ruam gatal dan melepuh yang biasa muncul di dada, punggung, wajah, dan menyebar ke seluruh tubuh.

Cacar air termasuk penyakit menular yang penyebarannya bisa terjadi melalui udara atau kontak langsung. Anak yang menderita cacar air akan menularkan virus sejak awal terinfeksi hingga luka cacarnya mengering. Oleh karena itu, penderita cacar air sebaiknya membatasi interaksi dengan orang lain dan melakukan karantina.

kumparan post embed

Usia Berapa Anak Bisa Mendapat Imunisasi Varisela?

Mengutip laman IDAI, imunisasi varisela dapat diberikan pada anak usia di atas 1 tahun sebanyak 1 kali. Sementara itu, CDC merekomendasikan agar anak-anak di bawah 13 tahun mendapat dua dosis. Dosis pertama diberikan pada usia 12 – 15 bulan, sedangkan dosis kedua diberikan pada usia 4 – 6 tahun.

Vaksin varisela sebenarnya bisa diberikan untuk usia berapa pun. Jika anak tak sempat diimunisasi, ia bisa mendapatkannya saat dewasa dengan interval jarak antara dosis pertama dan kedua yaitu 4 – 8 minggu.

Bagi orang yang belum pernah mendapat vaksin varisela dan pernah terkena cacar air, sebaiknya segera mendapat vaksinasi 3 - 5 hari setelah terpapar. Jumlah yang diberikan adalah dua kali dosis dengan interval 28 hari.

Siapa yang Tidak Bisa Mendapat Imunisasi Varisela?

Ilustrasi anak imunisasi. Foto: Shutter Stock

Kriteria orang yang tidak bisa mendapatkan imunisasi varisela yaitu sebagai berikut.

  1. Pernah mengalami reaksi alergi parah yang mengancam jiwa setelah dosis vaksin cacar air sebelumnya atau komponen apapun yang terdapat dalam vaksin

  2. Memiliki sistem kekebalan yang lemah karena pengobatan, riwayat masalah sistem kekebalan bawaan, atau kanker

  3. Memiliki tuberkulosis aktif yang tidak diobati

  4. Orang yang sedang sakit, terutama demam dan infeksi aktif, dapat menunggu hingga sembuh

  5. Ibu hamil dapat menunggu setelah melahirkan

Efek Samping Imunisasi Varisela

Ilustrasi imunisasi. Foto: Shutter Stock

Setelah mendapat imunisasi varisela, seseorang biasanya akan mengalami beberapa efek samping, seperti lengan sakit atau muncul ruam di area bekas suntikan, nyeri sendi, hingga demam. Adapun efek samping pada anak usia 1 – 12 tahun berdasarkan hasil pengamatan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) yaitu sebagai berikut.

  1. Satu dari lima anak mengalami efek samping, seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan, dalam waktu 3 hari setelah mendapatkan dosis pertama. Sementara itu, I dari 4 anak merasakan efek samping tersebut setelah pemberian dosis kedua.

  2. Tujuh dari 100 anak mengalami demam setelah dosis pertama, sedangkan 4 dari 100 anak mengalaminya setelah dosis kedua.

  3. Tiga dari 100 anak mengalami ruam seperti cacar air setelah dosis pertama, sedangkan 1 dari 100 anak mengalaminya setelah dosis kedua.

Biaya Imunisasi Varisela

Biaya imunisasi varisela bervariasi, bergantung pada jenis vaksinnya. Adapun daftar harganya antara lain sebagai berikut:

  1. Varicella: Rp400 - 480 ribu

  2. Varivax: Rp550 - 630 ribu

  3. Varilix: Rp460ribu - 520 ribu