Pentingnya Mengajari Bayi Makan Sendiri
ยทwaktu baca 3 menit

Setiap bayi mencapai tonggak pertumbuhannya, menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para orang tua. Salah satunya adalah ketika si kecil terlihat ingin menyendok makanannya sendiri. Ya Moms, setelah biasa disuapi ibunya saat makan MPASI, mungkin kini bayi ingin mencoba melakukannya sendiri.
Belajar makan sendiri merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembangnya. Biasanya, setelah mulai MPASI saat berusia 6 bulan, ia bisa menunjukkan ketertarikan pada makanan di depannya. Lalu bertahap hingga usia 11-12 bulan, si kecil akan mampu memegang sendiri alat makannya atau mengambil makanannya menggunakan tangan.
Dengan berusaha meraih makanannya sendiri, maka ia akan belajar mengeksplorasi makanan melalui indera peraba, perasa, penglihatan, dan penciuman.
"Seorang anak yang mulai bisa makan sendiri adalah aspek penting untuk perkembangan pribadi dan sosialnya. Ketika dia bisa mengendalikan makanannya, dia sekaligus merespons isyarat alami untuk rasa lapar dan kenyang," kata Direktur Nutrisi Pediatrik Johns Hopkins Children's Center, Tiffani Hays, dikutip dari Parents.
Alasan Orang Tua Perlu Ajarkan Bayi untuk Makan Sendiri
Sebagai orang tua, mungkin Anda khawatir bayi makan sendiri malah akan menimbulkan kekacauan. Mulai dari makanan dilempar-lempar dan jadi belepotan, atau ia menjatuhkan alat makannya. Makanan pun jadi tidak habis. Tidak apa, Moms, biarkan saja ia bereksplorasi sendiri.
Raising Children melansir, ada banyak manfaat baik ketika membiarkan bayi belajar makan sendiri. Pertama, makan tanpa dibantu orang lain bisa mengembangkan keterampilan yang akan dipakainya seumur hidup.
Alasan kedua adalah tahap ini akan melibatkan banyak indera di tubuhnya, seperti meremas, memasukkan ke mulut, bahkan melempar makanannya. Hasilnya mungkin akan tampak berantakan, tetapi jangan khawatir karena momen tersebut merupakan cara anak mengembangkan keterampilan motorik halusnya.
Alasan lainnya adalah bisa memberikan kesempatan bayi mengenal lebih banyak tentang rasa, tekstur, bau dan suhu makanan (panas, hangat atau dingin). Misalnya, dia akan belajar bahwa akan lebih mudah mengambil pisang atau wortel, ketimbang segenggam yogurt atau bubur. Atau akan menangis saat memegang makanan panas, dan mengemut mulutnya ketika mencoba es krim.
Apa yang Diharapkan Ketika Bayi Belajar Makan Sendiri?
Setelah mulai MPASI hingga diberikan makanan yang bertekstur padat, bayi mungkin akan menunjukkan tanda-tanda ingin makan sendiri. Misalnya, dia mungkin mulai meraih sendok dari tangan ibunya atau mengambil makanan sendiri dari piring.
Hal ini sangat normal terjadi, dan justru merupakan pertanda positif, Moms! Mungkin hasilnya masih akan menimbulkan kekacauan dalam beberapa waktu ke depan. Tapi tetap bersabarlah, karena semua tumbuh kembangnya memerlukan waktu.
Jangan langsung berkecil hati apabila tidak langsung berhasil ketika mengajari si kecil makan sendiri. Sebab, mengutip What To Expect, bayi butuh waktu untuk mengembangkan kemampuannya itu, serta mencari tahu selera makannya. Dia mungkin perlu mencoba 10-15 kali makanan yang sampai akhirnya bisa diterima oleh mulutnya. Namun jika terus menolak, Anda bisa memberikannya di lain kesempatan.
