Kumparan Logo

Pentingnya PAUD untuk Anak

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pentingnya sekolah PAUD untuk Anak Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pentingnya sekolah PAUD untuk Anak Foto: Shutterstock

Pendidikan merupakan aspek penting yang perlu didapatkan anak. Sebelum memasuki Sekolah Dasar (SD), anak-anak biasanya perlu melewati jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada usia 2-6 tahun.

Di Indonesia ada dua kategori PAUD yaitu negeri dan swasta. Untuk PAUD negeri ada empat jenis sekolah yang bisa diikuti anak seperti Taman Kanak-kanak Negeri (TKN), Satuan PAUD Sejenis Negeri (SPSN), Taman Penitipan Anak Negeri (TPAN), serta Kelompok Bermain Negeri (KBN).

Banyak orang tua yang berbondong-bondong mendaftarkan anaknya ke PAUD setiap tahunnya. Tapi, tidak sedikit juga orang tua, terutama di pedesaan, yang enggan memasukkan sang anak ke sekolah PAUD. Alasannya beragam, mulai dari lebih baik anaknya langsung masuk SD saja atau ingin memberikan pendidikan sendiri dari rumah.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan pilihan orang tua karena mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Hanya saja, ibu dan ayah juga perlu memahami dulu seperti apa pentingnya PAUD untuk si kecil.

Di sisi lain, tak masalah jika orang tua memilih mendidik anak di rumah dengan tetap memberikan stimulus sesuai usia agar tumbuh kembangnya optimal. Sebab kebutuhan anak usia di bawah 3 tahun adalah stimulasi untuk diri sendiri, bukan untuk bersosialisasi. Namun sebelum memasuki SD, alangkah baiknya anak tetap disekolahkan di TK agar lebih siap di sekolah dasar.

Penjelasan soal Pentingnya PAUD untuk Anak

Anak-anak PAUD Menggambar di Stand Basic Education, Festival Anti Kekerasan Terhadap Anak, Save The Children di Sumba Barat (20/8/2022). Foto: Hutri Dirga Harmonis/kumparan

Pembentukan karakter anak dimulai sejak usia dini, salah satu caranya adalah dengan mendaftarkan anak ke PAUD. Menurut Early Childhood Care and Development Specialist, Save The Children Indonesia, Yoan Ida Ringu Paubun, pendidikan usia dini membuat anak memiliki fondasi kuat untuk masa depannya.

"Jadi, penelitian juga membuktikan ketika anak-anak sekolah PAUD dulu mereka akan lebih sukses ketika belajar di SD, karena mereka sudah dibentuk fondasinya terkait dengan pengetahuan misalnya pra-literasi dan pra matematika yang penting dalam pendidikan," jelas Yoan saat hadir dalam acara Festival Anti Kekerasan Terhadap Anak (FAKTA), Save The Children di Sumba, (20/8).

Umumnya, anak-anak masuk sekolah PAUD sekitar usia 2-6 tahun, saat tumbuh kembang mereka sedang berjalan pesat sehingga disebut golden age. Di sana, anak-anak akan dibekali dengan ilmu dan pengetahuan yang didapatkan dengan cara menyenangkan yaitu, belajar sambil bermain. Jadi, sebenarnya ibu dan ayah tidak perlu khawatir usia bermain anak akan menjadi berat karena harus bersekolah.

Ilustrasi Taman Kanak-kanak (TK) Foto: Thinkstock

"PAUD itu learning to play jadi anak-anak itu belajar tapi lewat bermain. Ada berbagai aktivitas yang disediakan dan anak-anak bisa memilih untuk dimainkan, jadi sebenarnya tidak akan membosankan apalagi mengganggu waktu bermain anak. Yang terpenting adalah orang tua perlu memastikan kapasitas dari guru mampu untuk memfasilitasi kegiatan belajar sambil bermain tersebut," lanjut Yoan.

Kendati demikian, Yoan memang tidak menampik bahwa ketertarikan orang tua di wilayah pedesaan seperti Sumba Barat terkait PAUD masih kurang. Padahal, sangat penting bagi orang tua untuk membiarkan anak-anak mengakses sebanyak mungkin ilmu sejak dini untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal serta meningkatkan kemampuan belajarnya.

"Kehadiran PAUD menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar dengan cara menyenangkan agar aspek perkembangannya pun turut meningkat. Dengan sekolah PAUD anak sudah memiliki fondasi kuat ketika akan belajar tentang pengetahuan yang lebih kompleks saat berada di jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti SD dan SMP," pungkas Yoan.

kumparan post embed