Penyebab Anak Kekurangan Hormon Pertumbuhan

9 Agustus 2022 18:00
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Anak bertubuh pendek. Foto: APIWAN BORRIKONRATCHATA/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Anak bertubuh pendek. Foto: APIWAN BORRIKONRATCHATA/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Ada banyak faktor yang bisa menentukan pertumbuhan anak. Selain pemberian asupan makanan yang bergizi, hormon pertumbuhan juga berperan penting dalam hal itu.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, kekurangan hormon pertumbuhan atau growth hormone deficiency (GHD) bisa membuat pertumbuhan anak terganggu. Dikutip dari FirstCry Parenting, anak dapat dikatakan defisiensi atau kekurangan hormon pertumbuhan apabila kelenjar pituitari tidak menghasilkan hormon pertumbuhan yang cukup. Kelenjar pituitari adalah kelenjar endokrin yang terletak di dalam otak, yang akan melepaskan delapan hormon yang mengatur metabolisme tubuh, tekanan darah, dan pertumbuhan anak.
Hormon pertumbuhan dalam tubuh seseorang akan menumpuk selama masa kanak-kanak, dan mencapai puncaknya saat usia pubertas. Ya Moms, hormon ini cukup penting untuk membantu tumbuh kembang anak karena berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan lain di dalam tubuh.
Ilustrasi anak pendek. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak pendek. Foto: Shutter Stock
Sehingga, anak dengan defisiensi hormon pertumbuhan biasanya memiliki perawakan lebih pendek daripada teman sebayanya. Mereka pun memiliki wajah yang tampak lebih muda dan umumnya lemak berlebih di sekitar perut.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, kurangnya hormon pertumbuhan dalam tubuh juga menimbulkan efek samping lain pada anak, seperti jadi mudah depresi, kurang konsentrasi, daya ingat menurun, sering merasa cemas, kadar mineral dalam tulang berkurang, hingga meningkatnya risiko masalah kardiovaskular.
Lalu, apa penyebabnya?

Penyebab Anak Kekurangan Hormon Pertumbuhan

Umumnya, defisiensi hormon pertumbuhan pada anak terjadi karena terdapat kerusakan di kelenjar pituitari atau hipotalamus yang terjadi saat lahir atau setelah lahir. Penyebabnya dibagi menjadi dua jenis lagi, yaitu:
1. Defisiensi hormon pertumbuhan bawaan
Defisiensi hormon pertumbuhan bawaan terjadi saat terdapat mutasi atau perubahan gen yang memengaruhi kelenjar pituitari. Biasanya, mutasi gen ini terjadi di dalam jalur hormon pertumbuhan.
Tak hanya itu, defisiensi hormon pertumbuhan bawaan juga bisa disebabkan oleh sindrom turner, sindrom prader-willi, dan berat badan lahir rendah.
Ilustrasi bayi dengan berat badan lahir rendah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi dengan berat badan lahir rendah. Foto: Shutterstock
2. Defisiensi hormon pertumbuhan yang diperoleh
ADVERTISEMENT
Selain bersifat bawaan, kurangnya hormon pertumbuhan dalam tubuh anak juga bisa disebabkan oleh beberapa gangguan yang terjadi setelah lahir. Contohnya, terdapat tumor otak di kelenjar hipotalamus, trauma kepala, sering terapi yang melibatkan radiasi, penyakit yang memengaruhi hipotalamus, dan penyakit autoimun.
Oleh karena itu, jika Anda melihat si kecil tidak tumbuh seperti teman sebayanya, segera konsultasikan dengan dokter. Kemungkinan dokter akan menyarankan agar melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui tingkat hormon pertumbuhan di dalam tubuh anak. Beberapa pemeriksaan lanjutan yang mungkin dilakukan adalah pemeriksaan sinar-x, konsumsi obat penambah hormon, dan MRI otak.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020