Kumparan Logo

Penyebab Anak Sulit Tidur di Malam Hari

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kurang tidur berpengaruh pada kromosom anak Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kurang tidur berpengaruh pada kromosom anak Foto: Shutterstock

Anak membutuhkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas untuk mendukung tumbuh kembangnya. Selain itu, tidur yang cukup juga dapat mengembalikan energi yang telah digunakan saat melakukan aktivitas seharian, Moms.

Meski begitu, sebagian anak bisa saja sulit tidur di malam hari. Bahkan, si kecil bisa melontarkan berbagai alasan hingga menangis untuk menolak tidur. Sehingga, tak heran bila hal ini kerap membuat orang tua merasa stres dan cemas, apalagi bila anak sudah mulai sekolah. Ya Moms, sulit tidur di malam hari pun bisa memengaruhi fisik, daya ingat, dan fokus anak keesokan harinya.

Ilustrasi anak lemas karena kurang tidur. Foto: Shutterstock

Mengutip Mom Junction, berikut beberapa alasan yang dapat membuat anak sulit tidur di malam hari.

kumparan post embed

7 Alasan Anak Sulit Tidur di Malam Hari

1. Hiperstimulasi

Hiperstimulasi merupakan rasa semangat berlebihan yang dapat terjadi pada anak. Biasanya, kondisi ini terjadi ketika anak terlalu bersemangat saat waktu tidurnya. Sehingga, bukan hal yang mudah untuk anak-anak untuk mengendalikan pikirannya agar bisa tertidur. Setiap anak dapat mengalami hiperstimulasi karena alasan yang berbeda, tapi beberapa penyebab umumnya adalah karena waktu bermain gadget, konsumsi makanan manis dan kafein sebelum tidur, hingga melakukan aktivitas yang banyak mengeluarkan energi.

2. Rasa tidak nyaman

Lingkungan tidur yang tidak diinginkan dapat membuat beberapa anak enggan untuk tidur. Misalnya, cahaya terlalu terang, musik atau suara yang keras, pakaian dan tempat tidur yang tidak nyaman, hingga suhu ruangan yang tidak sesuai. Rasa tidak nyaman ini juga bisa berkaitan dengan masalah kesehatan, seperti pilek, hidung tersumbat, sakit gigi, atau infeksi.

Anak sakit gigi. Foto: Shutter Stock

3. Rasa ingin tahu

Beberapa anak tidak ingin melewatkan kejadian seru yang terjadi di sekitarnya, sehingga kerap membuat anak tidak tertarik untuk tidur. Hal ini biasanya lebih sering terjadi bila setiap anggota keluarga memiliki waktu tidur yang berbeda-beda.

4. Waktu yang tidak tepat

Memaksa anak untuk tidur lebih cepat sebenarnya tidak dianjurkan untuk dilakukan. Sebab, hal ini dapat membuat si kecil lebih sulit tertidur, bahkan mengganggu waktu tidurnya.

5. Kurang rutinitas sebelum tidur

Kurang melakukan rutinitas sebelum tidur dapat membuat kualitas tidur anak terganggu, Moms. Sebab, rutinitas sebelum tidur dapat membantu anak untuk mengetahui kapan waktu bermain dan kapan mereka harus tidur. Menjalani rutinitas sebelum tidur juga dapat membantu anak lebih tenang dan rileks.

Ilustrasi anak sulit tidur. Foto: Shutterstock

6. Transisi pengurangan waktu tidur

Saat anak bertumbuh, durasi tidur mereka cenderung akan berkurang. Ya Moms, anak-anak mulai mengurangi waktu tidur siangnya untuk menyesuaikan durasi tidur baru yang diperlukan setiap harinya. Sehingga, transisi waktu ini dapat mengganggu waktu tidur di malam hari.

7. Sleep apnea

Sleep apnea adalah salah satu gangguan tidur yang melibatkan sistem pernapasan. Gejala sleep apnea yang bisa terjadi pada anak, yaitu mendengkur, berhenti bernapas saat tidur, bernapas melalui mulut, dan menggertakan gigi. Hal ini tentunya dapat menyebabkan anak sering terbangun di malam hari, hingga mengganggu waktu tidurnya.