Penyebab Anak Terlambat Berjalan dan Cara Menstimulasinya
·waktu baca 3 menit

Sebuah video yang diunggah akun TikTok @Handanh mengundang perhatian warganet. Dalam video berdurasi 26 menit itu, seorang ibu menceritakan tentang buah hatinya yang baru bisa berjalan di usia 27 bulan alias 2 tahun 3 bulan.
Usai mendeteksi si kecil kesulitan belajar berjalan, ia pun langsung membawa putrinya untuk menjalani terapi. Ia mencatat setidaknya selama 15 bulan, buah hatinya menjalani terapi tumbuh kembang.
Apa yang menyebabkan anak bisa terlambat berjalan?
Menanggapi video tersebut, Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp. A, mengatakan, idealnya anak mulai belajar berjalan sejak usia 8 bulan. Anak mengawali belajar berjalan dengan cara merambat. Proses anak belajar berjalan ini terus berlangsung hingga usia 18 bulan.
"Bila lebih dari usia 18 bulan anak belum bisa berjalan, orang tua harus khawatir dan konsultasi ke dokter spesialis anak. Kalah sudah 18 bulan masih harus jalan dengan dipegangi, artinya dia ada keterlambatan," ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM.
dr. Aisya mengatakan, idealnya pada usia 18 bulan si kecil sudah bisa jalan tanpa dipegangi oleh orang lain. Ia menyebut ada beberapa hal yang menyebabkan si kecil bisa terlambat berjalan.
"Adanya keterlambatan sistem motorik. Jadi yang namanya tahapan perkembangan anak ada empat gugus tugas, yaitu motorik kasar, halus, bahasa dan sosial. Nah itu dia keterlambatan sistem motorik," ujar Dokter Aisya.
Selain itu, anak terlambat berjalan juga bisa karena ketidaknormalan pada kekuatan tonus otot. Hal ini terjadi karena saat lahir ia kekurangan oksigen. Kondisi ini bisa membuat otot-otot anak melemah.
Penyebab lain dari terlambatnya anak berjalan ialah karena adanya infeksi pada otak seperti meningitis atau ensefalitis. Hal itu akan berakibat pada radang otak.
"Bisa karena mengalami cedera otak, mengalami malnutrisi atau defisiensi zat gizi yang bisa menyebabkan terjadi penyakit tertentu," ujar Dokter Aisya.
"Bisa karena orang tuanya kurang menstimulasi dan kebiasaannya masih digendong sampai usianya 12 bulan atau pakai baby walker, karena baby walker sudah tak direkomendasikan," imbuhnya.
Selain itu, untuk ibu yang mengalami infeksi kehamilan, TORCH, bisa meningkatkan risiko cacat kongenital yang berdampak pada keterlambatan anak saat berjalan.
Yang Bisa Orang Tua Lakukan saat Anak Terlambat Berjalan
dr. Aisya menyarankan agar membawa si anak dengan terlambat berjalan ke dokter, terutama bila usia anak tersebut sudah lewat 18 bulan.
Cara lainnya yakni terus mengajarinya berjalan dengan cara menuntun atau memegangi kedua tangannya. Anda harus pastikan posisi anak berdiri menghadap ke depan dan pegangi kedua tangannya dari belakang lalu bantu pelan-pelan ia melangkah.
"Batasi durasi menggendong anak, karena kalau terlalu lama menggendong itu juga kurang baik, jadi biarkan dia bermain di lantai maka akan terstimulasi berdiri, merambat dan akhirnya berjalan," ujar dr. Aisya.
Anda juga bisa meletakkan mainan dengan jarak agak jauh dari anak. Dengan meletakkan mainan kesukaan itu bisa memotivasi anak untuk bergerak meraihnya.
"Ajaklah anak main dalam posisi berdiri. Biarkan anak bertelanjang kaki di ruangan. Sehingga ini akan melatih keseimbangan tubuhnya untuk berdiri," ujarnya.
Selain itu, sebaiknya orang tua juga tidak menggunakan baby walker, karena selain menghambat anak belajar berjalan, juga meningkatkan risiko anak cedera misalnya bisa terjepit jarinya, terjepit atau terguling.
