Kumparan Logo

Penyebab ASI Seret saat Ibu Puasa

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ASI seret. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ASI seret. Foto: Shutter Stock

Beberapa ibu menyusui memilih untuk ikut menjalankan ibadah puasa Ramadhan karena merasa fisiknya kuat dan sehat. Namun, tetap ada kekhawatiran di benak mereka, yaitu takut ASI jadi seret saat berpuasa.

Mereka mungkin takut puasa mempengaruhi produksi ASI, sehingga suplai kebutuhan bayi setiap harinya tidak tercukupi. Apalagi, saat berpuasa, ibu tidak akan mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 10 jam.

Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan ASI seret saat ibu puasa?

Penyebab ASI Seret saat Ibu Puasa

Ilustrasi Ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

Sebenarnya, keluhan ASI seret saat berpuasa hanyalah kekhawatiran subjektif ibu sendiri karena tidak mendapatkan asupan cairan seharian penuh. Selain itu, kekhawatiran ASI seret juga perlu dibuktikan dengan memastikan tanda ASI cukup untuk bayi. Hal ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Laktasi, dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC.

“Kekhawatiran ASI seret ini perlu dibuktikan dengan memastikan tanda ASI cukup, yaitu jumlah menyusui lebih dari 6 kali per hari dan warna kencing bayi jernih, relatif tidak berwarna dan berbau, memantau kenaikan berat badan bayi sesuai kurva pertumbuhan,” jelas dr. Wiyarni saat dihubungi kumparanMOM pada Selasa (5/4).

Jika kedua tanda ASI cukup tidak tercapai, barulah bisa disebut suplai ASI menurun atau seret, Moms. dr. Wiyarni juga tidak menampik kemungkinan tersebut bisa terjadi saat ibu menyusui berpuasa. Misalnya saja ketika ibu kurang asupan cairan di luar waktu puasa, terlalu lelah, hingga terjadinya perubahan kerja tubuh saat berpuasa.

Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

“Kemungkinan penyebabnya adalah kurangnya asupan cairan di luar waktu puasa dan terlampau lelah, sehingga berisiko mempengaruhi produksi ASI. Selain itu, refleks pengeluaran ASI juga sedikit melambat akibat perubahan kerja tubuh selama berpuasa,” lanjut dr. Wiyarni.

Ya Moms, kecukupan energi di dalam tubuh ibu juga bisa mempengaruhi produksi ASI. Oleh karena itu, jika memilih untuk berpuasa, ibu menyusui disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan alami yang mengandung energi tinggi seperti kurma, misalnya.

Jangan lupa juga untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan di luar waktu puasa. Ibu menyusui disarankan untuk minum air sebanyak 3,1 liter atau sekitar 12-13 gelas per hari jika ingin berpuasa. Hal ini akan membantu menjaga kondisi tubuh ibu menyusui tetap prima selama berpuasa dan produksi ASI pun lancar.

kumparan post embed