kumparan
5 November 2019 14:18

Penyebab Baby Blues pada Ibu yang Baru Melahirkan

LIPUTAN KHUSUS, kumparan WOMAN, Single and Happy, Ilustrasi wanita saat murung
Ilustrasi wanita saat murung. Foto: Shutter Stock
Setelah melahirkan, Anda mungkin merasa lega, karena akhirnya bisa bertemu dengan bayi yang telah lama dinanti. Rasa bahagia pun menyelimuti, apalagi jika bayi Anda lahir dengan sehat dan mempunyai fisik yang sempurna.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, ibu yang baru melahirkan harus mewaspadai gejala baby blues. Pasalnya, menurut laporan American Pregnancy Association, sekitar 70 hingga 80 persen ibu baru berisko mengalami baby blues. Baby blues sendiri merupakan perasaan depresi yang dialami setelah melahirkan.
Lantas apa penyebab baby blues?
ibu dan bayi - POTRAIT
ibu dan bayi - POTRAIT Foto: Shutterstock
Moms, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab dari baby blues. Meski begitu, kondisi tersebut biasanya dikaitkan dengan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dan setelah melahirkan.
Perubahan hormon itu dapat menghasilkan perubahan kimia di otak yang menyebabkan perubahan suasana hati. Hal tersebut semakin diperparah karena adanya perubahan dan gangguan jam tidur.
Meskipun belum ditemukan penyebab pasti dari baby blues, namun ada beberapa gejala yang bisa Anda waspadai. Baby blues ditandai dengan mood swing, perasaan sedih, mudah tersinggung, gelisah, cemas, hingga menangis. Anda bisa merasa begitu senang karena si kecil lahir lalu tiba-tiba merasa tak sanggup merawatnya.
ADVERTISEMENT
Baby blues biasanya terjadi 4 hingga 5 hari pasca melahirkan dan hilang dengan sendirinya di minggu ke empat. Meski begitu, kondisi setiap ibu tentunya berbeda-beda.
Untuk mengatasi baby blues, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, seperti:
1. Mengutarakan perasaan yang Anda rasakan
Ilustrasi pasangan
Ilustrasi komunikasi pasangan. Foto: Shutterstock
Anda perlu mengutarakan perasaan yang Anda rasakan, Moms. Misalnya saja, dengan bercerita kepada suami. Anda juga bisa bercerita dengan sahabat, ibu atau siapapun yang bisa membuat Anda merasa lebih nyaman.
2. Mencari hiburan
com-Traveloka, ilustrasi spa
com-Traveloka, ilustrasi spa Foto: Shutterstock
Cobalah untuk mencari hiburan sederhana di sekitar rumah Anda. Melakukan me time sesekali juga tidak masalah, selama Anda sudah mencukupi kebutuhan ASI si kecil, Moms.
Hal itu sangat penting untuk membuat pikiran Anda lebih fresh, tenang dan tidak stres akibat bentuk perubahan yang terjadi baik pada fisik atau lingkungan. Anda bisa pergi ke salon untuk melakukan spa dan massage atau melakukan kegiatan lain di luar rumah yang bisa meredakan kondisi baby blues yang Anda alami, Moms.
ADVERTISEMENT
3. Konsumsi makanan sehat
Ilustrasi buah dan sayur-mayur untuk MPASI
Ilustrasi buah dan sayur-mayur Foto: Shutterstock
Selanjutnya perhatikan pola makan Anda, karena baby blues bisa menyebabkan pola makan tidak benar dan tidak teratur. Mengkonsumsi makanan yang salah juga bisa menyebabkan mood berubah dengan cepat.
4. Tidur cukup
Ilustrasi Tidur
Ilustrasi tidur dan bermimpi. Foto: Shutterstock
Moms, pastikan pula Anda bisa mendapat waktu tidur yang cukup. Caranya ketika si kecil sedang terlelap Anda bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin dengan ikut istirahat. Anda juga bisa meminta bantuan, baik kepada pasangan, orang tua, keluarga, atau orang yang bisa Anda percaya untuk membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, agar Anda bisa punya waktu istirahat lebih banyak.
5. Perkaya diri dengan Pengetahuan
ibu
Ilustrasi ibu baca buku agar memiliki pemikiran kritis. Foto: kumparan
Di samping mental, ada lagi yang perlu disiapkan ibu baru, yakni ilmu pengetahuan seputar menyusui dan pengasuhan anak. Bisa jadi, kekhawatiran Anda yang mengakibatkan baby blues itu akibat minimnya pengetahuan Anda soal pengasuhan bayi, Moms.
ADVERTISEMENT
Perbanyak informasi lewat sumber terpercaya, seperti dari buku-buku, situs website terpercaya, seminar-seminar kesehatan, dan konsultasi dengan dokter atau ahlinya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan