Kumparan Logo

Penyebab Bayi Kuning, Ciri-ciri dan Cara Mengatasinya

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir dengan rambut lebat. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir dengan rambut lebat. Foto: Shutter Stock

Dari 100 bayi yang sehat, 60 di antaranya mengalami penyakit kuning. Ya Moms, kondisi kuning kerap ditemui terutama pada bayi baru lahir ketika berusia 1 minggu dan dalam dunia kedokteran disebut jaundice atau ikterus.

Ciri-ciri bayi kuning terlihat pada wajah, dada, perut, lengan, kaki, kemudian urinenya juga berwarna pekat dan tinja pucat. Namun yang harus diperhatikan, kadang-kadang kondisi kuning pada bayi tidak langsung dapat diamati oleh orang awam.

Penilaian fisik untuk menentukan kondisi bayi kuning ini harus dilakukan di tempat terang seperti di bawah sinar matahari atau cahaya fluresens, kemudian apabila ditekan, warna kulitnya tidak segera kembali.

Lantas, apa yang menyebabkan bayi alami jaundice?

Penyebab Bayi Alami Sakit Kuning

Penyebab bayi kuning atau jaundice Foto: Shutterstock

Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jaundice disebabkan karena bilirubin dalam darah meningkat atau hiperbilirubin. Alhasil kulit si kecil berwarna kuning akibat adanya penumpukan bilirubin yang berlebihan pada jaringan.

Meski begitu sebenarnya bayi baru lahir umumnya memiliki billirubin atau zat kuning lebih banyak dibanding orang dewasa. Kok bisa? Ini karena bilirubin yang diproduksi saat tubuh bayi memecah sel darah merah.

Seharusnya bilirubin dibuang bersama kotoran, namun akibat organ hati bayi belum bisa bekerja sempurna maka memicu tingginya kadar bilirubin.

Tingginya bilirubin juga bisa disebabkan faktor lainnya, di antaranya terjadi infeksi, kelainan genetik, gangguan kesehatan pada ibu, hingga bayi lahir prematur.

Tingkatan Penyakit Kuning pada Bayi

Ilustrasi bayi kuning. Foto: Shutter Stock

Penyakit kuning terdapat tingkatannya, Moms. Mulai dari yang ringan, sehingga akan menghilang sendiri dalam satu sampai tiga minggu, maupun yang mesti ditangani secara serius. Tidak tanggung-tanggung, bila kadar bilirubin menumpuk dalam tubuh dan sangat tinggi, bisa menimbulkan gangguan kesehatan hingga kerusakan otak.

Penyakit kuning pada bayi dikatakan parah, jika kadar billirubin mencapai 25 mg/dL. Sedangkan, batas normalnya sekitar pada angka 12 mg/dL.

Selain itu penyakit kuning parah muncul saat sebelum 24 jam pertama sejak kelahiran, warna urine pekat, dan memiliki kenaikan kadar bilirubin yang sangat cepat yang dibuktikan lewat pemeriksaan laboratorium.

Cara Atasi Penyakit Kuning pada Bayi

Bayi kuning atau jaundice Foto: Shuttestock

Untuk mengatasi penyakit kuning pada bayi, Anda bisa meningkatkan asupan ASI menjadi setiap 2 sampai 3 jam sekali. Sering menyusu dapat menurunkan kadar bilirubin karena si kecil harus mengeluarkan feses semakin sering sehingga penyerapan bilirubin dalam usus jadi berkurang, Moms.

Bila setelah terus disusui jika kuning pada anak tak kunjung hilang, coba bawa bayi ke dokter. Apalagi bila kondisi kuning bayi disertai dengan demam, menolak menyusu, atau bayi tampak lemas.

Dokter mungkin akan menyarankan bayi mendapat phototherapy (PT) atau yang sering juga disebut 'disinar'.

Bila kadar bilirubin masih tinggi meski telah mendapat PT, cara selanjutnya yang biasanya ditempuh adalah melakukan transfusi tukar. Namun hal ini masih sangat jarang terjadi pada bayi baru lahir di Indonesia.