Penyebab Belum Haid Setelah Melahirkan Caesar

10 Juni 2024 17:49 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi melahirkan dengan operasi caesar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi melahirkan dengan operasi caesar. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Penyebab belum haid setelah melahirkan caesar sangat bervariasi, sebab kondisi tubuh setiap ibu berbeda-beda. Namun, perlu dipahami bahwa sebenarnya tak ada kaitan antara operasi caesar dengan siklus menstruasi, Moms.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Parents, jika seorang ibu mengalami telat menstruasi setelah melahirkan secara caesar, penyebabnya bukan karena operasi caesar tersebut. Jadi, tak perlu khawatir jika suatu saat Anda harus kembali menjalani prosedur operasi ini.
Dokter Kandungan di McGovern Medical School di UTHealth/UT Physicians, Pamela Promecene, MD, menjelaskan kebanyakan ibu akan menstruasi kembali dalam 6-8 minggu setelah persalinan, baik secara pervaginam maupun caesar.

Penyebab Belum Haid Setelah Melahirkan Caesar

Ilustrasi sakit perut saat menstruasi. Foto: sitthiphong/Shutterstock
Secara umum, penyebab ibu belum haid setelah melahirkan caesar adalah karena menyusui. Dr. Pamela Promecene menjelaskan kepada Parents bahwa siklus menstruasi ibu yang menyusui tidak dapat diprediksi. Namun, tak perlu khawatir karena biasanya mereka akan kembali haid setelah beberapa bulan.
Ketika ibu menyusui, kadar prolaktin dalam tubuhnya meningkat. Mengutip laman UT Southwestern Medical Center, prolaktin merupakan hormon yang membantu tubuh memproduksi susu.
ADVERTISEMENT
Berbanding terbalik dengan prolaktin yang meningkat, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh justru menurun. Kedua hormon ini berperan dalam mengatur siklus menstruasi. Apabila kadarnya rendah, kemungkinan besar Anda tidak akan menstruasi.
Penting untuk diingat bahwa meskipun Anda tidak menstruasi secara teratur saat menyusui, Anda masih bisa berovulasi dan hamil. Oleh karena itu, gunakan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.
Namun, penggunaan kontrasepsi hormonal juga bisa mengganggu siklus menstruasi, Moms. Metode kontrasepsi hormonal mencakup KB implan, pil KB, suntik KB, koyo KB, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), hingga cincin vagina.
Merujuk penjelasan Medical News Today, kontrasepsi hormonal mengandung hormon estrogen dan progesteron yang memengaruhi siklus haid. Terkadang, hormon-hormon tersebut juga bisa membuat lapisan rahim jadi sangat tipis, sehingga tidak mampu memicu menstruasi.
Ilustrasi Menstruasi. Foto: WindNight/shutterstock
Dr. David Colombo, MD, menerangkan dalam laman Parents bahwa mungkin butuh satu tahun bagi ibu yang menggunakan KB untuk bisa menstruasi kembali. Itupun siklusnya tidak akan langsung teratur.
ADVERTISEMENT
Siklus menstruasi akan semakin tidak stabil apabila si ibu memang tidak menstruasi secara teratur sebelum hamil. Dibutuhkan waktu sekitar satu tahun sampai akhirnya menstruasi kembali lancar seperti semula.
Pada intinya, siklus menstruasi yang tidak lancar setelah melahirkan adalah hal yang wajar dan umum dialami. Hal yang justru perlu diwaspadai setiap ibu setelah operasi caesar adalah endometriosis.
Mengutip Healthline, endometriosis merupakan kondisi ketika jaringan endometrium yang semestinya ada di dalam rahim justru tumbuh di lokasi sayatan caesar.
Jaringan endometrium yang menumpuk di bekas luka dapat memengaruhi kesuburan, membuat mentruasi jadi lebih sakit, peradangan, dan nyeri perut yang tidak diketahui penyebabnya.