Penyebab dan Gejala Alergi Susu Sapi pada Bayi ASI
·waktu baca 2 menit

Alergi susu sapi merupakan salah satu alergi yang umum dialami oleh bayi dan anak-anak. Zat yang menyebabkan alergi umumnya terletak pada proteinnya. Mengutip Verywell Family, alergi protein susu melibatkan respons imun terhadap konsumsi protein susu. Hal itu dapat menyebabkan masalah pada sistem kekebalan tubuh dan organ pencernaan.
Tak hanya dialami oleh anak-anak, alergi susu sapi ternyata juga bisa dialami oleh bayi, termasuk pada bayi yang hanya mengonsumsi ASI. Simak penjelasan tentang penyebab dan gejalanya berikut ini, Moms.
Penyebab Alergi Susu Sapi pada Bayi ASI
Reaksi alergi terhadap sesuatu melalui ASI sebenarnya merupakan kasus yang jarang terjadi pada bayi. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), hal itu hanya dialami oleh 2 – 3 persen bayi. Bila bayi ASI alergi susu sapi, kemungkinan besar disebabkan oleh respons terhadap susu sapi dalam makanan yang dikonsumsi ibu menyusui.
Meski demikian, hal itu perlu ditinjau oleh dokter lebih lanjut. Dokter biasanya akan menyarankan ibu untuk berhenti minum susu sapi dan mengonsumsi makanan berbahan susu sapi selama menyusui, seperti keju, yoghurt, mentega, dan susu itu sendiri.
Anda dapat melihat perbedaannya setelah 2 – 3 minggu. Jika alergi pada bayi menghilang, berarti masalahnya memang terdapat pada zat yang dikonsumsi ibu dari susu sapi. Namun, jika alergi masih berlanjut, bisa jadi bayi sedang mengalami kondisi medis tertentu.
Gejala Alergi Susu Sapi pada Bayi ASI
Gejala alergi susu sapi yang paling umum dialami bayi ASI adalah masalah pencernaan, seperti muntah, diare, hingga ada darah di kotorannya. Sebab, protein dalam susu sapi dapat memicu penumpukan gas di perut dan usus, sehingga menyebabkan masalah tersebut.
Selain itu, gejala lain yang muncul pada bayi ASI yang alergi susu sapi yaitu jadi lebih rewel, muncul ruam gatal di kulitnya, pilek, hingga mengi.
Munculnya reaksi alergi pada bayi ASI mungkin membuat sebagian ibu tidak percaya diri lagi untuk menyusui. Namun, dokter biasanya tetap menyarankan ibu untuk terus menyusui sambil memantau perkembangan si kecil. Hal itu didukung pula oleh sebuah studi tahun 2020 yang menunjukkan bahwa 99 persen bayi ASI yang alergi susu sapi tetap bisa menyusu. Jadi, Anda tidak perlu khawatir berlebihan ya, Moms.
