Penyebab Ereksi pada Penis Bayi

Meski menggemaskan, kadang ada saja tingkah bayi yang membuat Anda terkejut bahkan cemas. Terutama, bagi Anda ibu yang baru pertama kali mengurus bayi.
Bagi banyak orang tua dari bayi laki-laki yang baru lahir misalnya, mungkin saja akan terkejut saat mendapati bayinya mengalami ereksi. Ya, mungkin ibu menemui kondisi itusaat bayi sedang dimandikan atau ketika sedang diganti popoknya.
Tapi tak perlu syok atau jadi panik, Moms. Memang wajar bila Anda merasa khawatir. Namun umumnya, ereksi pada bayi tidak perlu dikhawatirkan karena merupakan suatu hal yang benar-benar normal. Begitu juga jika penis bayi Anda tidak pernah ditemui menegang atau ereksi. Keduanya, normal saja.

Lantas apa penyebab penis bayi mengalami ereksi?
Sebelum membahas hal itu, Anda harus paham dulu apa itu ereksi. Ereksi adalah kondisi di mana penis menegang karena terisi darah pada jaringan yang mengandung banyak pembuluh darah. Anda mungkin akan mengaitkan aliran darah ke penis ini karena rangsangan seksual atau birahi.
Padahal sebenarnya, ereksi bisa terjadi karena beberapa hal. Pada bayi yang baru saja bangun tidur misalnya, napasnya menjadi lebih cepat karena ia tidak dalam keadaan rileks lagi. Ketika bernapas lebih cepat, darahnya pun bergerak lebih cepat dan terpompa lebih deras ke penis.

Begitu juga yang mungkin terjadi bila bayi merasa bersemangat saat dimandikan, diajak bercanda atau disusui. Bahkan sebenarnya ereksi sudah dapat terjadi saat bayi masih di dalam kandungan, Moms!
Meski begitu, Anda tetap perlu mengamati ereksi yang dialami bayi. Jika ereksi pada bayi Anda turun dengan cepat, maka tak perlu khawatir. Tetapi jika ereksi berlangsung lebih dari satu jam, disertai kemerahan atau bengkak, atau bayi tampak tidak nyaman saat ereksi terjadi, bawalah ia segera ke dokter anak.
Dokter dapat memeriksa dengan seksama untuk mencari tahu apakah terjadi gangguan pada penis si kecil.
Gejala khusus pada kelamin bayi laki-laki lainnya yang harus Anda waspadai adalah skrotum yang membengkak, ruam yang memburuk atau berlangsung lebih dari tiga hari, nanah atau kotoran penis berdarah, lepuhan air kecil, luka atau gejala-gejala yang disertai demam. Bila menemui salah satu kondisi ini, periksakan anak ke dokter juga ya, Moms.
