Kumparan Logo

Penyebab Indah Permatasari Melahirkan Caesar

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indah Permatasari dan Arie Kriting. Foto: Instagram/@indahpermatas
zoom-in-whitePerbesar
Indah Permatasari dan Arie Kriting. Foto: Instagram/@indahpermatas

Kebahagiaan sedang menyelimuti pasangan Indah Permatasari dan Arie Kriting. Pasalnya, Indah baru saja melahirkan anak pertama mereka di Mandaya Royal Hospital Puri, Tangerang pada Kamis (1/9).

Kabar bahagia tersebut diumumkan langsung oleh keduanya melalui akun Instagram pribadi masing-masing. Ya Moms, mereka mengunggah sebuah video berdurasi sekitar 2 menit yang memperlihatkan momen persalinan Indah yang dilakukan dengan operasi caesar.

embed from external kumparan

“Hai, jadinya kayaknya kita (melahirkan) caesar deh,” ungkap Indah yang sudah terbaring di ranjang rumah sakit.

Ada alasan tersendiri yang menyebabkan wanita berusia 25 tahun itu harus melahirkan caesar. Rupanya, Indah sudah diinduksi selama 1 kali 24 jam namun tidak kunjung kontraksi, Moms. Sehingga, dokter pun memutuskan agar ia melahirkan secara caesar.

“Kata dokter daripada baby-nya stres terus jadi akhirnya jadi ke mana-mana gitu, ya, akhirnya memutuskan untuk caesar aja,” lanjut Indah.

Kendati demikian, hal ini tidak mengurangi rasa bahagia Indah dan Arie yang kini resmi menjadi orang tua dari buah hati pertamanya.

Lantas, kondisi apa saja sebenarnya yang mengharuskan ibu hamil melahirkan dengan operasi caesar seperti Indah ya, Moms?

Kondisi yang Bisa Sebabkan Ibu Hamil Harus Melahirkan dengan Operasi Caesar

Penyebab ibu hamil harus melahirkan melalui operasi caesar. Foto: Shutterstock

Posisi bayi tidak normal

Posisi kepala bayi harus berada di dekat jalan lahir agar ibu bisa melahirkan dengan normal atau pervaginam. Namun, beberapa bayi di dalam kandungan berada pada posisi yang tidak tepat. Misalnya saja kaki atau pantat yang berada di dekat jalan lahir atau disebut sungsang.

Ada juga bayi yang memposisikan bahu atau sisi tubuhnya di dekat jalan lahir yang dikenal sebagai kelahiran melintang. Oleh karenanya, ibu perlu mendapatkan tindakan operasi caesar agar proses persalinan berjalan dengan aman.

Masalah plasenta

Mengutip Healthline, dokter akan melakukan operasi caesar jika terjadi masalah pada plasenta. Salah satunya adalah ketika sebagian atau seluruh plasenta menutupi leher rahim yang dikenal dengan istilah plasenta previa. Operasi caesar juga diperlukan ketika plasenta terlepas dari lapisan rahim, sehingga menyebabkan bayi kehilangan oksigen.

Ilustrasi operasi caesar. Foto: jomphong/Shutterstock

Gawat janin

Salah satu penyebab gawat janin adalah tidak adanya oksigen yang cukup untuk bayi di dalam kandungan. Kondisi tersebut ditandai dengan berat janin yang rendah, pasokan oksigen melalui tali pusat berkurang, serta adanya iritasi pada paru-paru bayi. Operasi caesar menjadi pilihan agar proses kelahiran tidak membahayakan si kecil.

Preeklamsia

Tekanan darah yang tinggi menjelang persalinan bisa dikategorikan sebagai preeklamsia. Kondisi ini merupakan sindrom yang ditandai dengan tekanan darah tinggi sejak masa kehamilan. Preeklamsia mengharuskan ibu melahirkan dengan operasi caesar, karena persalinan normal justru bisa membahayakan keselamatan ibu.

kumparan post embed

***

Ikuti program Master Class Batch 3, 3 hari pelatihan intensif untuk para pelaku UMKM, gratis! Daftar sekarang di LINK INI.