Kumparan Logo

Penyebab Insomnia setelah Melahirkan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi insomnia setelah melahirkan. Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi insomnia setelah melahirkan. Foto: shutterstock

Ada beberapa masalah yang kerap dialami ibu setelah melahirkan, salah satunya adalah insomnia. Gangguan tidur ini membuat ibu kesulitan untuk tidur dengan nyenyak di malam hari meski ia merasa mengantuk. Pada akhirnya, ibu bisa sangat merasa kelelahan keesokan harinya karena kurangnya waktu untuk beristirahat.

Ya Moms, insomnia setelah melahirkan disebut juga dengan postnatal atau postpartum insomnia. Sebenarnya, ini merupakan hal yang cukup normal terjadi pada para orang tua baru, terutama ibu. Insomnia biasanya akan terjadi selama beberapa bulan pertama kehidupan bayi.

Mom Junction melansir, penelitian yang dilakukan oleh Akershus Birth Cohort Study pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 60 persen wanita bahkan mengalami insomnia sejak minggu ke-32 kehamilan hingga delapan minggu setelah melahirkan bayi. Mereka akan kesulitan untuk tidur meski merasa tubuhnya sangat lelah dan mengantuk. Tak jarang kondisi ini juga disertai rasa gelisah dan kecemasan.

Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan ibu mengalami insomnia setelah melahirkan?

4 Penyebab Insomnia setelah Melahirkan

1. Perubahan hormon

Ilustrasi sulit tidur usai melahirkan. Foto: Shutter Stock

Fluktuasi hormon setelah kehamilan yang signifikan menimbulkan ketidaknyamanan dan kesulitan tidur. Tingkat progesteron yaitu hormon seksual wanita dengan sifat merangsang tidur yang rendah setelah melahirkan menyebabkan gangguan tidur.

Ibu juga kerap mengalami perubahan tingkat melatonin di malam hari setelah melahirkan, sehingga akan kesulitan untuk tidur.

2. Keringat berlebihan

Mengutip Science Direct, setelah melahirkan hormon-hormon tertentu akan mencoba mengeluarkan cairan yang telah menopang tubuh selama kehamilan.

Hal ini menyebabkan keringat berlebih di malam hari, sehingga membuat ibu merasa tidak nyaman saat tidur bahkan kesulitan untuk tidur.

3. Gangguan suasana hati

Gangguan suasana hati. Foto: Shutter Stock

Ibu akan mengalami perubahan emosi setelah memiliki bayi. Hal ini dapat disebabkan oleh kecemasan usai persalinan, depresi, stres dan gangguan obsesif-kompulsif. Semua ini mengakibatkan perubahan pola tidur dan terkadang insomnia.

Bahkan Sleep Foundation melansir, satu dari delapan wanita akan mengalami depresi postpartum yang menyebabkan kesulitan tidur di malam hari

4. Perubahan rutinitas

Banyak perubahan rutinitas yang dialami ibu setelah melahirkan, misalnya saja waktu menyusui dan merawat bayi. Masih dikutip dari Mom Junction, waktu menyusui yang tidak menentu seperti di tengah malam saat bayi terbangun dan menangis bisa membuat ibu sulit untuk kembali tidur.

Rutinitas ini akan terjadi secara terus-menerus di awal kelahiran bayi, sehingga menyebabkan ibu kurang tidur karena insomnia.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis