Kumparan Logo

Penyebab Janin Besar

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil rutin kontrol kandungan. Foto: Kwangmoozaa/Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil rutin kontrol kandungan. Foto: Kwangmoozaa/Shutter Stock

Untuk memastikan kondisi janin baik-baik saja, ibu hamil, perlu rutin memeriksakan kandungannya. Dengan pemeriksaan rutin, dokter atau bidan dapat segera mengetahui apabila ada masalah pada kehamilan dan mengambil tindakan yang kiranya diperlukan.

Salah satu masalah yang mungkin saja terjadi pada janin ialah ia mengalami kelebihan berat badan alias besar. Dalam dunia medis, kondisi ini biasa dikenal dengan istilah makrosomia -berat badan janin lebih dari 4000 gram.

Ya Moms, bila buah hati di dalam kandungan mengalami kondisi ini, Anda harus waspada. Sebabnya, hal ini bisa membahayakannya maupun membahayakan Anda sendiri.

Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan janin berukuran besar?

Yang Membuat Janin Besar

ilustrasi janin di dalam kandungan Foto: Shutterstock

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Gita Pratama, SpOG memaparkan bahwa kondisi makrosomia ini bisa disebabkan oleh kondisi ibu dan janin. Ya, kondisi ibu hamil dengan obesitas, diabetes, kenaikan berat badan ibu yang berlebih selama kehamilan, memiliki riwayat melahirkan dengan anak makrosomia dan kehamilan lewat waktu (post term), serta kondisi janin seperti adanya kelainan genetik merupakan penyebab paling sering terjadinya makrosomia.

kumparan post embed

Faktor Risiko Melahirkan dengan Janin Ukuran Besar

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kondisi ini bisa berbahaya bagi ibu maupun janin. Karenanya, hal ini bisa menjadi salah satu hal yang membuat ibu sulit melakukan proses persalinan.

Bagi Bayi:

  • Bisa menyebabkan gawat janin.

  • Distosia bahu.

  • Gangguan metabolik dan elektrolit.

  • Kadar gula darah rendah.

  • Obesitas pada saat masa kanak-kanak.

Bagi Ibu:

  • Meningkatkan risiko terjadinya perdarahan postpartum.

  • Ruptur rahim (sobeknya dinding uterus pada saat kehamilan atau persalinan).

  • Sobeknya jaringan vagina.

Persalinan dengan Janin Besar

Ilustrasi ibu hamil kontraksi menjelang persalinan Foto: Thinkstock

Apabila ditemukan kondisi bayi makrosomia, biasanya dokter akan memastikan terlebih dahulu kondisi panggul ibu -apakah memungkinkan untuk menjalankan persalinan normal (spontan/ pervaginam) atau tidak.

Jika kepala atau tubuh bayi lebih besar dibandingkan dengan rongga panggul ibu, maka akan dipertimbangkan untuk melakukan persalinan dengan operasi caesar demi keselamatan ibu dan calon bayinya.

"Pada umumnya janin besar dapat ditandai dengan adanya tinggi fundus uteri yang besar, cairan ketuban yang banyak (polihidramnion), dan perkiraan berat janin yang besar melalui pemeriksaan USG," ujar dr. Gita kepada kumparanMOM.

Jadi, bila ditemukan tanda adanya makrosomia, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk merencanakan proses persalinan yang tepat bagi ibu.

Selain itu, dr. Gita juga menganjurkan Anda untuk menjaga diet dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan rendah lemak, olahraga teratur, menjaga berat badan selama kehamilan, serta menjaga kadar gula darah terutama bagi ibu dengan diabetes.

kumparan post embed