Kumparan Logo

Penyebab Kulit Bayi Memar

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bayi memar. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bayi memar. Foto: Shutterstock

Muncul memar pada kulit bayi yang sedang belajar berguling, merangkak dan berjalan merupakan hal yang umum terjadi. Ya Moms, si kecil mungkin saja tidak sengaja menabrak sesuatu yang keras atau terjatuh yang membuatnya sedikit cedera dan memar.

Oleh karena itu, sebagian besar memar pada kulit bayi biasanya tidak mengkhawatirkan dan tidak perlu mendapatkan perawatan medis tertentu. Namun, jika memar muncul secara tiba-tiba dan berulang terus-menerus, mungkin ada penyebab yang serius dan perlu diwaspadai orang tua.

Lantas, apa saja penyebab kulit bayi memar?

Kenapa Kulit Bayi Memar?

Bayi memar. Foto: Shutterstock

Cedera

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, aat bayi mulai merangkak atau berjalan, kemungkinan besar mereka akan jatuh dan mengalami cedera yang menimbulkan memar di area kepala, dagu, lutut, atau dahi. Orang tua mungkin bisa menentukan tingkat keparahan cedera dengan melihat dampaknya pada perilaku si kecil. Jika hal ini membuat bayi rewel dan demam terus-menerus, sebaiknya segera membawanya ke dokter.

Kekurangan vitamin K

Vitamin K penting untuk pembekuan darah. Bayi biasanya dilahirkan dengan jumlah vitamin K yang rendah, sehingga bisa menyebabkan masalah kesehatan jika tidak diberi suplemen tambahan. Mengutip Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), bayi dengan kondisi ini umumnya ditandai dengan munculnya memar secara tiba-tiba dan seringnya terjadi pada area tubuh yang tidak disertai rasa sakit.

Penyakit von willebrand

Dokter anak, dr. Dur Afshar Agha, MD, menjelaskan, memar yang sering muncul dengan mudah mungkin juga merupakan indikasi penyakit Von Willebrand pada bayi.

Dikutip dari Mom Junction, itu merupakan kelainan genetik di mana darah tidak bisa membeku dengan benar. Memar jenis ini bisa muncul di semua bagian tubuh si kecil, Moms.

Bayi memar. Foto: Shutterstock

Purpura trombositopenik idiopatik

Ini merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan kerusakan trombosit, sehingga menyebabkan jumlah trombosit rendah di dalam tubuh. Kondisi ini pada bayi dan anak-anak sering dianggap dipicu oleh infeksi virus tertentu. Si kecil yang mengalami penyakit tersebut ditandai dengan munculnya memar besar dan bintik-bintik berwarna keunguan di kulitnya.

Henoch-Schonlein purpura (HSP)

HSP adalah jenis gangguan kekebalan yang dapat menyebabkan sakit perut, tinja berdarah, nyeri sendi dan ruam khas yang terlihat seperti memar (purpura). Memar jenis ini bisa muncul di lengan, kaki, atau bokong. Umumnya, HSP dialami oleh bayi dan balita yang sistem kekebalannya belum maksimal.

Hemofilia

Kondisi genetik seperti hemofilia A dan B dapat menyebabkan mekanisme pembekuan darah yang rusak. Beberapa gejalanya adalah mudah memar dan pendarahan berlebihan setelah luka. Kasus yang tidak parah sering kali tidak terdeteksi hingga usia balita, namun hemofilia berat dapat didiagnosis sejak bayi.

kumparan post embed