Penyebab Lazy Eye pada Anak dan yang Harus Diwaspadai Orang Tua
ยทwaktu baca 2 menit

Seorang ibu membagikan kisah anaknya yang mengalami lazy eye atau mata malas. Dalam video yang diunggah di akun Instagram @nandagita16, sang ibu menjelaskan sudah merasa mata buah hatinya mengalami masalah sejak baru lahir.
Ia memutuskan membawa anaknya ke dokter setelah berusia lebih dari satu tahun. Kemudian sang dokter mengungkap anak tersebut mengalami lazy eye dan katarak bawaan lahir.
Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Mata, dokter Zoraya A Feranthy, SpM, mengatakan, lazy eye atau mata malas dalam bahasa medis disebut juga ambliopia. Yakni kondisi penglihatan anak tak jelas atau kurang fokus karena adanya gangguan pada perkembangan fungsi penglihatan pada masa pertumbuhan anak.
Penyebab Kondisi Lazy Eye pada Anak
Moms, orang tua bisa mendeteksi kelainan pada mata anak dengan melihat beberapa ciri-cirinya, seperti mata juling, posisi kepala anak yang tidak lurus, posisi kepala sering mendongak, miring ke kanan atau ke kiri.
Lazy eye dapat disebabkan karena beberapa hal. Pertama kelainan refraksi atau kelainan di mana anak tersebut mengalami mata minus, silinder, atau plus, yang tidak terkoreksi.
"Artinya tidak pernah menggunakan kacamata atau tidak pernah mendapat rangsangan penglihatan yang lebih baik," ujar Dokter Zoraya saat dihubungi kumparanMOM.
Perbedaan yang signifikan antara mata kiri dan kanan dari ukuran minus, plus atau silinder, juga bisa mempengaruhi. Misalnya mata kiri mendapat minus 2 sedangkan mata kanan mendapat minus 6, sehingga otak akan kesulitan menggabungkan 2 citra yang dikirim dari mata.
Kemudian ciri yang kedua yakni adanya mata juling atau strabismus. Kemudian ciri ketiga yaitu adanya penyakit-penyakit lainnya pada mata. Yaitu akibat terhalangnya jaras penglihatannya seperti katarak, kelopak mata turun, dan kekeruhan kornea.
Kapan Harus Waspada Kondisi Lazy Eye pada Anak?
Dokter Zoraya menyebut sebetulnya orang tua bisa waspada apabila:
- Posisi bola mata anak tidak lurus,
- Anak kurang responsif saat diperlihatkan gambar dan mainan,
- Anak sulit mengenali orang dari jarak jauh,
-Anak memicingkan mata.
Jika Anda curiga si kecil mengalami hal-hal tersebut, jangan ragu untuk membawa ke dokter spesialis anak untuk dilakukan skrining mata. Dokter Zoraya menegaskan, skrining bisa dilakukan secepatnya tanpa harus menunggu sampai anak bisa membaca.
"Jadi bisa dilakukan sejak dini bahkan dari bayi baru lahir pun kita bisa lakukan pemeriksaan untuk kesehatan mata anak untuk mencegah adanya kelainan mata lebih lanjut, lazy eye atau lain sebagainya," pungkasnya.
