Kumparan Logo

Penyebab Melasma saat Hamil

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil tak nyaman dengan wajahnya. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil tak nyaman dengan wajahnya. Foto: Shutter Stock

Bentuk dan ukuran tubuh yang berubah saat hamil merupakan hal normal. Tak hanya itu, kondisi kesehatan kulit ibu juga ikut terpengaruh oleh berbagai perubahan selama kehamilan.

Ya, beberapa ibu hamil mungkin mengeluhkan kulitnya yang berjerawat, lebih kering dan kasar, kusam, hingga muncul bercak-bercak hitam yang disebut melasma. Menurut American Academy of Dermatology, melasma dapat mempengaruhi sekitar 50-70 persen ibu hamil.

Meski bukan kondisi menyakitkan, munculnya bercak hitam di wajah yang membuat kulit tampak kusam mungkin membuat ibu hamil tidak percaya diri. Lantas, apa penyebab melasma pada ibu hamil?

Penjelasan soal Penyebab Melasma pada Ibu Hamil

Ilustrasi ibu hamil tak nyaman dengan wajahnya. Foto: Shutter Stock

Ya Moms, penyebab melasma selama kehamilan sebenarnya tidak diketahui secara pasti hingga saat ini. Mengutip Mom Junctiton, kondisi ini diperkirakan bisa berkembang ketika melanosit (pigmen) kulit menghasilkan warna ekstra selama kehamilan. Ibu hamil yang mempunyai kulit lebih gelap biasanya cenderung mengembangkan melasma karena mereka memiliki melanosit yang aktif.

Meski penyebabnya tidak diketahui pasti, para ahli mengatakan ada beberapa hal yang mungkin bisa memicu melasma pada ibu hamil seperti dikutip dari laman resmi Harvard Medical School berikut ini:

Perubahan hormon

Perubahan hormon selama kehamilan juga mempengaruhi kondisi kulit ibu. Peningkatkan kadar hormon estrogen, progesteron, serta Melanocyte-stimulating hormone (MSH) pada trimester ketiga cenderung memicu gejala melasma. Sebab, hormon MSH sendiri memang berperan untuk melepaskan melanin ke seluruh tubuh, sehingga menimbulkan bercak kehitaman dari melasma.

Paparan sinar matahari

Selama kehamilan, kulit ibu mungkin cenderung sensitif dari sebelumnya karena perubahan hormon. Selain lebih mudah iritasi, kulit ibu hamil juga bisa lebih cepat merangsang melanosit apabila terpapar sinar matahari terlalu banyak. Hal ini bisa meningkatkan risiko melasma pada ibu hamil. Kondisi ini mungkin bisa lebih parah pada musim panas, Moms.

Ilustrasi bercak hitam di wajah ibu hamil. Foto: Sorn340 Studio Images/Shuttterstock

Penggunaan kosmetik

Penelitian menunjukkan, bahan kimia di dalam kosmetik bisa menimbulkan dampak negatif selama kehamilan. Oleh karenanya, ibu hamil perlu berhati-hati saat menggunakan kosmetik. Beberapa kosmetik mungkin menimbulkan bercak kehitaman di kulit jika bahan-bahannya tidak aman bagi ibu hamil. Jadi, bila Anda ingin tetap berdandan saat hamil, penting untuk berkonsultasi pada dokter sebelumnya, ya.

Faktor lain

Beberapa faktor lain termasuk riwayat genetik, kehamilan ganda, serta usia ibu di atas 30 tahun saat hamil juga bisa menyebabkan terjadinya melasma selama kehamilan. Selain itu, penggunaan obat-obatan saat hamil juga dapat mempengaruhi kondisi kulit, termasuk membuatnya lebih kusam dan timbul bercak melasma.

Ya Moms, itulah beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko melasma selama kehamilan yang perlu Anda waspadai. Meski begitu, sebenarnya Anda tidak perlu khawatir berlebihan soal melasma yang muncul saat hamil. Sebab, kondisi ini biasanya akan menghilang beberapa bulan setelah melahirkan saat aktivitas hormonal kembali normal.

kumparan post embed