Penyebab Nyeri Vagina pada Ibu Hamil
ยทwaktu baca 2 menit

Ada beberapa keluhan yang bisa terjadi pada ibu hamil. Salah satunya adalah nyeri vagina. Ya Moms, Anda mungkin khawatir karena takut kondisi ini menandakan suatu masalah yang serius.
Namun tenang saja, sebab nyeri vagina selama kehamilan biasanya bukan tanda komplikasi yang serius. Meski begitu, Anda tetap harus waspada. Berikut penjelasan lengkap soal penyebab ibu hamil mengalami nyeri vagina.
Beberapa Penyebab Nyeri Vagina pada Ibu Hamil
1. Peningkatan Aliran Darah
Selama kehamilan, biasanya ada peningkatan aliran darah di dalam rahim ibu, yang dapat menyebabkan rasa sakit di daerah vagina. Selain itu, area tersebut juga mungkin menjadi lunak dan bengkak, apalagi ketika ditekan. Pada beberapa kasus, nyeri pada vagina juga bisa karena varises vagina atau pembesaran pembuluh darah di daerah panggul.
2. Infeksi Vagina
Nyeri pada vagina juga dapat terjadi karena infeksi jamur di sekitar daerah vagina. Bahkan terkadang, infeksi vagina dapat menyebabkan gejala lain seperti keputihan, mual, diare, atau sakit punggung.
3. Pelebaran Serviks
Mengutip Baystate Health, Jika rasa nyeri pada vagina menusuk dan terjadi di minggu-minggu terakhir kehamilan, bisa jadi hal itu karena pelebaran serviks, Moms. Leher rahim biasanya melebar beberapa minggu sebelum persalinan, dan bisa menyebabkan rasa sakit pada vagina, kemudian bisa juga menyebabkan pendarahan.
4. Tekanan Janin
Janin akan tumbuh semakin besar dan memberikan tekanan pada area panggul, sehingga dapat meregangkan ligamen dan otot yang menyebabkan rasa sakit pada vagina. Rasa sakit ini biasanya berlangsung selama beberapa detik atau menit, namun bisa saja lebih lama.
Nyeri akibat tekanan janin bisa dirasakan sejak trimester pertama kehamilan, atau ketika rahim membesar dan memberikan tekanan pada kandung kemih dan rektum. Pada trimester kedua, biasanya nyeri vagina terjadi akibat bayi menekan daerah panggul. Lalu di trimester ketiga karena bayi sedang bergerak ke jalan lahir.
5. Kehamilan Ektopik
Menurut Centers for Disease Control and Prevention atau CDC, nyeri vagina merupakan salah satu gejala kehamilan ektopik, yang biasanya sulit didiagnosis. Kehamilan ektopik sendiri adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim dan biasanya berkembang di dalam tuba falopi.
Gejala lain dari kehamilan ektopik ini bisa berupa pendarahan tidak normal, payudara nyeri, pusing, nyeri punggung bawah, pingsan, sesak napas, dan tekanan darah rendah.
