Penyebab Perut Bayi Baru Lahir Keras
ยทwaktu baca 2 menit

Merawat bayi baru lahir bisa jadi pengalaman yang paling indah sekaligus menantang untuk ibu. Maklum, ada banyak hal yang perlu ibu pelajari dari si kecil, termasuk berbagai kondisi bayi yang mungkin membuat ibu kebingungan. Misalnya, saat mendapati perut si kecil keras.
Ya Moms, perut keras merupakan kondisi pada bayi baru lahir yang kerap membuat ibu khawatir. Sebenarnya, apa yang jadi penyebab perut bayi baru lahir keras dan perlukah ibu mewaspadainya?
Yang Bisa Jadi Penyebab Perut Bayi Baru Lahir Keras
Ada beberapa penyebab perut bayi baru lahir keras. Salah satunya adalah kolik, kondisi yang sangat umum dialami bayi baru lahir.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kolik pada bayi disebabkan oleh beberapa hal, seperti alergi susu sapi, intoleransi laktosa, hingga refluks gastroesofagus (GER). Selain perutnya yang jadi lebih keras, bayi yang mengalami kolik akan menangis dengan suara lebih keras dan nada yang lebih tinggi seperti menjerit, Moms.
Flu perut atau gastroenteritis juga bisa menyebabkan perut bayi baru lahir keras.
Flu perut ini biasanya disebabkan oleh virus atau infeksi, dan akan mereda dalam waktu 48 jam atau jika lebih parah, dalam waktu seminggu. Mengutip Live Strong, jika perut keras disertai dengan dehidrasi, muntah, demam di atas 38 derajat celcius, segera bawa ke dokter, Moms.
Perut yang keras juga bisa jadi tanda sembelit. Penyebab sembelit pada bayi baru lahir bisa karena pemberian susu formula dan juga dehidrasi. Gejalanya bisa dilihat dari frekuensi buang air besar, jika kurang dari sekali sehari, lalu kotorannya keras dan berkerikil, kemudian menangis saat BAB, maka si kecil mengalami sembelit.
Menurut Dr. Jay Hoeckner, konsultan emeritus Mayo Clinic, bayi baru lahir yang mengalami sembelit sebaiknya dibawa ke dokter.
