Kumparan Logo

Penyebab Sariawan pada Anak

kumparanMOMverified-green

clock
google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Sariawan (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Sariawan (Foto: Thinkstock)

Sariawan atau bahasa ilmiahnya Stomatitis, merupakan suatu kelainan pada selaput lendir mulut yang ditandai dengan bercak luka berwarna putih pada mulut, bibir, ataupun lidah. Meski tidak tergolong penyakit berbahaya, sariawan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang tak jarang menyiksa. Rasa nyeri yang ditimbulkan, bisa jadi tidak hanya terjadi sehari dua hari. Namun, bisa mencapai 3 hingga 4 hari.

Karena menimbulkan rasa nyeri dan perih yang tidak tertahankan, sariawan sering kali membuat anak jadi rewel, menangis, bahkan tidak semangat untuk melakukan aktivitas.

Meski sariawan sangat jarang terjadi pada bayi dan anak-anak di bawah 10 tahun, Anda tetap perlu mengetahui penyebab terjadinya sariawan pada anak.

Sariawan bisa disebabkan karena faktor genetika, atau faktor keturunan. Jika Anda memiliki riwayat sering sariawan, maka si kecil pun juga bisa sering mengalami hal ini, bahkan saat mereka masih bayi.

Kebersihan mulut yang tidak dijaga juga bisa jadi penyebab utama anak kena sariawan. Misalnya, anak jarang menyikat gigi, maka akan ada banyak kuman yang menumpuk pada sela-sela gigi, maupun dinding mulut dan gusi.

Ilustrasi atasi anak sariawan. (Foto: Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi atasi anak sariawan. (Foto: Shutterstock)

Jarang minum air putih juga bisa menjadi salah satu penyebab anak terkena sariawan. Mulut yang kering, bisa menyebabkan bakteri jahat timbul, dan merusak kesehatan mulut.

Selain itu beberapa penelitian menyebutkan bahwa stres yang dialami seseorang (termasuk anak-anak) mampu menimbulkan sariawan. Alasannya, ketika stres, tubuh menghasilkan lebih banyak hormon kortisol. Hormon tersebut bisa merusak atau menyakiti apa pun yang dilewatinya.

Ketika hormon kortisol ini melewati dan menerjang mukosa yang merupakan jaringan lunak di rongga mulut, rongga mulut bisa rusak sehingga timbul bercak putih yaitu sariawan. Sariawan tidak hanya bisa terjadi di bibir, tapi juga di bagian tubuh lain dalam rongga mulut seperti tenggorokan, amandel (kelenjar tonsil), selaput lendir mulut, gusi, hingga lidah.